Sosial
Iuran BPJS Kesehatan Naik 2 Kali Lipat, Wakil Bupati: Itu Sangat Memberatkan Masyarakat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kenaikan iuran BPJS Kesehatan mendapat tanggapan miring dari Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi. Kenaikan iurn hingga mencapai 100 persen tersebut dinilai sangat memberatkan warga terutama mereka yang kurang mampu.
Immawan mengatakan, meski saat ini pendapatan masyarakat tidak berkurang, namun daya beli masyarakat menurun. Hal itu lantaran banyaknya komoditas yang mengalami kenaikan harga.
“Terus terang saya katakan itu (kenaikan iuran BPJS) terlalu berat, daya beli masyarakat kurang karena banyak komoditas yang naik harganya ditambah iuran BPJS naik hingga 100 persen. Ini sangat memberatkan masyarakat sehingga harus ada upaya lain,” ujar Immawan, Kamis (31/10/2019).
Disampaikannya, pemerintah bersama stakeholder terkait harusnya duduk bersama untuk memikirkan jalan keluar agar iuran BPJS bisa lebih murah. Sebab menurutnya, kenaikan saat ini dari Rp 40 ribu menjadi Rp 80 ribu dirasakan berat oleh masyarakat.
“Kalau kenaikan 100 persen itu bukan kenaikan namanya tapi lipat ganda. Tentu dulu saat mengasumsikan iuran dari Rp 40 ribu menjadi Rp 80 ribu dulunya seperti apa. Begitu pula yang kelas atas bagaimana menentukannya, saya mewakili masyarakat memang berat,” katanya.

Saat disinggung mengenai BPJS bantuan dari pemerintah daerah, saat ini sudah mencapai 98 persen kepesertaannya. Namun dengan adanya kenaikan iuran pemerintah daerah akan kesulitan untuk mempertahankan kepesertaan 98 persen.
“Di satu sisi BPJS naik 100 persen, tapi di sisi lain regulasi jaminan kesehatan berubah-ubah, kan tidak mudah dari kami yang di daerah ini menyesuaikan adanya berbagai perubahan. Saya tidak menyudutkan birokrasi tetapi kalau aturannya berubah-ubah tentu saja birokrasi akan lambat menyesuaikan. Karena kalau penganggaran tidak sesuai aturan, itu bisa menjadi masalah,” katanya.
Lanjut Immawan, kesalahan dalam menganggarkan bisa saja berupa administrasi tetapi bisa saja menjadi ranah hukum. Bahkan dirinya menyebut bahwa pengumuman kenaikan ini terlalu cepat dan memberatkan masyarakat.
Sementara itu, salah seorang warga Karangrejek, Vivit menceritakan, saat ini dirinya memilih untuk tidak lagi ikut serta dalam BPJS Kesehatan. Menurutnya biaya yang harus dibayarkan terlalu mahal.
“Saya sudah tidak ikut BPJS, adik sama orang tua saya yang masih tapi kalau kenaikan tinggi mungkin ya tidak ikut saja,” keluhnya.
Hal itu dilontarkan bukan tanpa alasan. Selama ini ia dan keluarganya menggunakan fasilitas BPJS kelas 2 namun tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal.
“Kalau berobat ke dokter pakai BPJS itu obatnya hanya hanya dapat setengah. Dan itu juga beda obat kalau kita bayar biasa. Mending 80 ribu itu buat bayar berobat saja,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
