Peristiwa
Bocah SMP Disekap, Dipukuli Hingga Dipaksa Mengaku Lakukan Pencurian
Ponjong, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Seorang bocah diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok warga pada Senin (20/06/2022) dini hari tadi. Terduga korban tersebut dipukuli hingga mengalami luka di bagian hidung hingga mengeluarkan darah. Sebelumnya, korban dituduh melakukan pencurian oleh para pelaku.
Salah satu warga Padukuhan Susukan IV, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, Nurani, menjelaskan, korban sendiri bernama Tgr (15) yang masih berstatus sebagai pelajar kelas 1 SMP. Korban sendiri dipukuli lantaran dipaksa mengakui tindak pencurian gas LPG yang terjadi pada tanggal 14 Juni 2022 lalu.
Diceritakannya, pada Senin (20/06/2022) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB, korban yang baru saja selesai latihan hadroh di Masjid Padukuhan Susukan IV tiba-tiba dijemput oleh seorang temannya dengan alasan untuk menemani ke warung.
“Dijemputnya itu di sini (Masjid Susukan IV) jam 01.00 WIB. Katanya disuruh nemenin ke warung untuk beli bensin,” ucapnya, Senin siang.
Namun bukannya ke warung, Tgr justru dibawa ke sebuah rumah di Padukuhan Pati, Kalurahan Genjahan. Di rumah tersebut, telah berkumpul sejumlah orang. Saat itu juga, Tgr diinterogasi serta dituduh telah melakukan pencurian gas LPG. Lantaran tak mengaku, korban lantas dipukul dan diintimidasi oleh kelompok warga tersebut.

“Mungkin karena merasa terdesak dan ketakutan, Tgr akhirnya terpaksa menuruti tuduhan tersebut,” lanjut Nurani.
Dalam kondisi terluka, Tgr lantas dibawa ke Polsek Ponjong. Saat kepada polisi itulah kemudian Tgr mengaku bahwa ia terpaksa mengaku karena tak tahan dengan intimidasi dan penganiayaan yang dilakukan.
Menurut Nurani, tuduhan pencurian tabung LPG kepada Tgr sendiri memang tidak benar. Karena pada tanggal 14 Juni pada saat waktu pencurian itu, dari pagi sampai malam korban beraktivitas di Masjid Padukuhan Susukan IV.

Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Tgr mengatakan jika dirinya dijemput oleh teman bermainnya yang bernama Dn (15). Ia kemudian dibawa ke sebuah rumah di Padukuhan Pati. Di tempat itu sudah ada sekitar lima orang dewasa yang sudah menunggu. Sesampainya di rumah tersebut, ia lantas diberondong pertanyaan tentang pencurian tabung LPG. Ia terus menerus dipaksa untuk mengakui perbuatan mencuri tabung LPG. Tgr sendiri bersikeras bahwa ia tidak melakukannya.
“Saya ditanya mencuri tabung LPG atau tidak sampai tiga kali. Saat saya bilang tidak, lalu dipukul dan dijambak,” ujarnya.
Karena ketakutan dianiaya, ia sempat terpaksa mengaku melakukan pencurian. Namun setelah dibawa ke Polsek dan merasa aman, ia baru berani bilang kalau dirinya sebenarnya tidak melakukan pencurian.
“Di dalam rumah itu sekitar dua jam, ya dipukuli sama dijambak. Hidung saya sampai mengeluarkan darah,” terang dia.
Penjemput Tegar, Dn (15) yang juga ditemui mengatakan jika dirinya hanya disuruh oleh seseorang bernama Ant untuk menjemput Tegar. Ia awalnya tidak mau lantaran waktu yang sudah larut dan tidak ada kendaraan. Namun karena dipaksa, ia akhirnya menuruti perintah tersebut untuk mencari dan menjemput Tegar.
“Saya disuruh mencari ke mana saja si Tgr, terus saya jemput dana bawa ke Pati. Di sana ya lihat si Tgr dipukuli, saya juga dipukuli. Habis itu saya dan Tgr dibawa ke Polsek,” papar dia.
Sementara itu, Ayah korban, Ribut Jemani (47), mengatakan dirinya tidak terima atas perlakuan penganiayaan yang dialami oleh anaknya. Ia mengatakan jika akan melanjutkan perkara ini ke meja hijau. Selain itu, terduga pelaku penganiayaan juga memaksa anaknya untuk mengakui perbuatan yang tidak dilakukan oleh anaknya. Menurutnya, kejadian ini bukan hanya penganiayaan tapi juga pencemaran nama baik anak serta keluarganya.
“Anak saya diviralkan dibilang maling, anak saya bukan maling karena tidak terbukti dan kesannya dipaksa. Harapannya, aparat penegak hukum bisa mengawal dan memproses perkara ini sampai tuntas,” tandas Ribut.
Kapolsek Ponjong, AKP Yulianto, saat ditemui mengatakan jika pihaknya telah mengetahui perkara tersebut. Pihak keluarga pun sempat membuat laporan ke Polsek Ponjong. Namun karena terduga korban masih anak-anak, maka perkara tersebut akan dilimpahkan ke UPPA Polres.
“Tidak ada Polsek Ponjong menolak laporan, kita minta keluarga memeriksakan terduga korban ke Puskesmas guna penyelidikan lebih lanjut untuk kebutuhan penyidik. Pihak orang tua juga sudah kita sampaikan untuk melakukan upaya hukum,” tutupnya.
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
