Connect with us

Pemerintahan

Penyalahgunaan Pil Koplo di Gunungkidul Capai 50 Kasus Per Tahun

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kenakalan anak sekolah, khususnya di kalangan pelajar SMP dan SMA. Fenomena kenakalan anak ini dalam beberapa waktu terakhir mengalami kecenderungan meningkat dan menjadi keprihatinan pemerintah dan khalayak. Tak hanya kenakalan biasa saja, perilaku kenakalan remaja bahkan tak jarang sudah masuk kategori tindakan kriminal.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Gunungkidul, Nurudin Araniri mengatakan berbagai persoalan kenakalan remaja menjadi sorotan, mulai dari penyalahgunaan narkotika, pergaulan bebas, hingga kejahatan jalanan yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun menyebabkan anak berhadapan dengan hukum.

Di Kabupaten Gunungkidul, kasus kejahatan jalanan diklaim termasuk relatif rendah. Namun, pemerintah daerah justru memberi perhatian khusus terhadap tingginya potensi penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif.

Berita Lainnya  Diklaim Hasilkan Data Lebih Akurat, BPS Akan Manfaatkan Gadget Warga Dalam Pendataan

Berada di daerah yang berbatasan langsung dengan kabupaten dan provinsi lain menjadikan tingkat kerawanan pengedaran narkotika, psikotropika, dan zat adiktif cukup tinggi. Berdasarkan pemetaan di kawasan perbatasan timur Wonogiri dan barat Gunungkidul dengan Kabupaten Sleman dan Bantul, kasus-kasus tersebut.

“Gunungkidul sekarang menjadi daerah tujuan wisata dengan aktivitas dan mobilitas yang tinggi. Di kawasan wisata pun juga memiliki kerawanan tersendiri. Terbukti ada kasus di kawasan pesisir selatan yang terungkap dan ditangani kepolisian,” ucapnya.

Menurut Nurudin, kasus yang banyak terjadi di Gunungkidul adalah peredaran dan penyalahgunaan zat adiktif seperti contohnya obat-obatan yang lebih familier disebut dengan Pil Sapi. Sedangkan untuk kasus narkotika sendiri tergolong rendah.

“Kalau untuk ganja, sabu-sabu dan jenis lainnya itu ada tapi jumlahnya tidak terlalu banyak,” ucap dia.

Data penanganan menunjukkan bahwa setiap tahunnya aparat berhasil mengungkap sekitar 50 kasus penyalahgunaan NAPZA. Selama tiga tahun terakhir menurutnya rata-rata kasus yang tertangani di angka tersebut.

Berita Lainnya  Satu Lagi Warga Gunungkidul Dinyatakan Positif Corona

“Kalau pengedarnya itu mereka usia dewasa. Nah yang konsumsi zat adiktif atau yang coba-coba ini usia remaja, pemuda,” tandasnya.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul membentuk satuan tugas (satgas) lintas sektoral yang melibatkan berbagai instansi terkait. Satgas ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika, edukasi kepada pelajar, serta penanganan remaja yang berisiko terjerumus dalam penyalahgunaan zat adiktif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan terhadap generasi muda di Gunungkidul agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika maupun bentuk kenakalan remaja lainnya.

“Contoh pencegahan yang dilakukan yakni kami bersama Satgas menggalakkan sosialisasi ke sekolah bersama dengan jajaran forkompimda secara bergilir. Materi yang disampaikan berkaitan dengan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) serta jenis-jenis kenakalan remaja lainnya,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh, Kasat Resnarkoba Polres Gunungkidul, AKP Larso, terhitung dari Januari sampai akhir Juli 2026 kemarin pihaknya telah berhasil mengungkap 27 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika, psikotropika, dan zat adiktif di Gunungkidul.

Berita Lainnya  Pecahkan Permasalahan Air, Puluhan Kalurahan Dapat Program Pembangunan Pamsimas

Setidaknya ribuan butir obat terlarang dan jenis lainnya berhasil diamankan oleh petugas. Menurutnya, mayoritas pelaku pengedar merupakan kelompok usia dewasa.

“Tiga kasus terakhir yang ditangani dibulan Juli kami amankan 16 butir obat-obatan yang melanggar UU Kesehatan dan 2 botol kecil berisikan cairan sintetis (Narkotika golongan I),” terang AKP Larso.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler