Uncategorized
Tambahan Anggaran Disetujui, Layanan Bus Sekolah Kini Kembali Normal
Wonosari,(pidjar.com)– Layanan bus sekolah di Kabupaten Gunungkidul yang sebelumnya mengalami keterbatasan penjemputan pada siang hari akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan kembali dinormalisasi. Dinas Perhubungan Gunungkidul memastikan layanan penjemputan pagi dan siang akan kembali berjalan di seluruh jalur mulai Senin (24/8/2026). Normalisasi bisa dilaksanakan setelah usulan penambahan anggaran untuk operasional bus sekolah telah disetujui.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Gunungkidul, Sigit Wijayanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan penjadwalan ulang petugas maupun pengemudi untuk mengoptimalkan layanan bus sekolah.
“Mulai Senin 24 Agustus, kita re-scheduling petugas/driver untuk tugas penjemputan siang di semua jalur,” kata Sigit, Kamis, (20/08/2026).
Sebelumnya, layanan bus sekolah sempat mengalami penyesuaian akibat keterbatasan anggaran operasional. Kondisi tersebut dikarenakan meningkatnya biaya BBM yang berdampak terhadap kebutuhan operasional kendaraan.
Dari yang semula penjemputan pagi dan siang hari (pulang sekolah) dengan adanya kenaikan harga BBM mulai Mei lalu maka dilakukan penyesuaian dengan mempertimbangkan pos anggaran operasional bus sekolah. Saat itu, dari 7 rute bus sekolah, hanya 1 rute yang beroperasi normal (pagi dan siang) sedangkan sisanya terpaksa hanya pagi saja.

Sigit menjelaskan, tambahan anggaran operasional bus sekolah telah disetujui dan saat ini tinggal menunggu pengesahan melalui APBD Perubahan.
“Sudah disetujui penambahannya, tinggal menunggu pengesahan dan kita optimalkan untuk pelayanan bus sekolah ini,” ujarnya.
Adapun tambahan anggaran operasional yang disiapkan mencapai Rp270.030.000. Anggaran tersebut nantinya digunakan setelah APBD Perubahan disahkan, termasuk untuk mendukung normalisasi layanan bus sekolah.
“Untuk normalisasi pelayanan saat ini (pagi dan siang) kita masih gunakan APBD murni,” jelasnya.
Dengan adanya tambahan anggaran tersebut, Dinas Perhubungan berharap pelayanan bus sekolah dapat kembali berjalan secara optimal, khususnya dalam memenuhi kebutuhan transportasi pelajar pada jam keberangkatan maupun kepulangan sekolah.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Rute yang terdampak kebijakan tersebut meliputi Ponjong–Wonosari, Semanu–Wonosari, Sokoliman–Wonosari, Tanjungsari–Wonosari, Gedangsari–Wonosari, hingga Nglipar–Wonosari. Rerata bus yang beroperasi perharinya menghabiskan 25 liter bahan bakar.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized1 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
