Uncategorized
Bukan Sebatas Jadi Pekerja, KNPI Dorong Pemuda Tangkap Peluang dari Program Strategis Pemerintah
Wonosari,(pidjar.com) — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gunungkidul pada prinsipnya mendukung berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Namun, pemuda didorong tidak hanya menjadi pencari pekerjaan dari program tersebut, melainkan mampu membaca berbagai peluang ekonomi yang muncul di dalamnya.
Ketua KNPI Gunungkidul, Wahyudi mengungkapkan program MBG maupun KDMP membuka ruang yang cukup luas bagi pemuda untuk terlibat sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Keterlibatan itu tidak harus sebatas menjadi pekerja di dapur MBG maupun menjual produk di gerai KDMP.
Menurutnya, pemuda dapat mengambil peran tertentu pada program strategis pemerintah tersebut dengan potensi diri yang dimiliki, baik intelektual dan wawasan ataupun usaha yang dimiliki.
“Pemuda jangan hanya berpikir bagaimana bisa bekerja di MBG. Tetapi harus mampu melihat peluang lain, misalnya menjadi pemasok bahan kebutuhan dapur. Ada beberapa teman-teman KNPI yang sudah membaca peluang itu,” ucapnya.
Ia mencontohkan keberadaan petani muda yang sebelumnya mendapatkan motivasi dan pendampingan dari KNPI. Mereka kini mulai berkontribusi dalam memasok kebutuhan sayur-mayur dan bahan pangan lainnya untuk mendukung program MBG, kemudian usaha sektor pertanian, peternakan, perikanan dan lainnya yang kemudian menjalin kerjasama dengan setiap unit dapur MBG.
“Bahkan ada rekan kami yang memberikan semacam pelatihan pengolahan jenis makanan untuk variasi dan peluang usaha. Jadi tidak hanya berfokus di 2 program berjalan itu, tapi pemberdayaan masyarakatnya melalui pelatihan agar muncul potensi untuk dapat berkontribusi. Sehingga ekonomi berkelanjutannya jalan,” terang dia.
Menurutnya, hal tersebut menjadi gambaran bahwa program pemerintah dapat menciptakan ekosistem ekonomi baru apabila mampu dibaca dan dimanfaatkan secara kreatif oleh pemuda.
“Pemuda harus mampu melihat peluang, sehingga program pemerintah tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga menggerakkan sektor produksi dan usaha masyarakat,” imbuhnya.
Dorongan tersebut sejalan dengan arah program kerja KNPI Gunungkidul periodenya. Salah satu fokus utama organisasi adalah memberdayakan seluruh elemen kepemudaan yang tergabung dalam berbagai organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP).
“KNPI ini merupakan bagian dari rumah besar OKP yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Harapannya seluruh teman-teman pemuda, baik di tingkat daerah maupun sampai akar rumput, mampu ikut berdaya dalam program-program yang dijalankan pemerintah,” jelasnya.
KNPI juga berkomitmen menyelaraskan gerakan pemuda dengan pembangunan daerah yang berkeadilan. Misi berikutnya adalah membangun ekosistem pemuda yang digital dan kreatif. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat kemampuan digital menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda.
“Jaman sudah serba maju nah kemampuan digital teknologi, dan kreativitas itu penting. Jadi pemuda di dorong untuk membaca peluang dari program itu (MBG dan KDMP) salah satunya juga dari sektor ini, mungkin mengenai konten di media sosial untuk membangun kepercayaan masyarakat atau bisa juga tentang digital marketing dan lain-lain,” imbuh dia.
Pemuda didorong memiliki kreativitas untuk mengembangkan usaha tanpa harus selalu bergantung pada pekerjaan formal. Produk-produk yang dihasilkan dapat dipasarkan melalui berbagai platform digital sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Jadi bukan hanya bagaimana produk teman-teman dititipkan di gerai KDMP. Tetapi pemuda yang punya kemampuan digital marketing bisa ikut memberikan pelatihan. Bisa membantu modernisasi media sosial, promosi, branding, sampai sistem operasional KDMP,” terangnya.
Dengan pola tersebut, KDMP diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi barang, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kapasitas masyarakat dan pemuda di tingkat desa.
Di sisi lain, pemuda juga diingatkan untuk mampu menyaring informasi yang diterima, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial. Kemampuan literasi digital dinilai penting agar pemuda memiliki daya saing, baik di daerah sendiri maupun di tingkat yang lebih luas.
Dukung MBG, Tetapi Standar Harus Diperhatikan
Lebih lanjut Wahyudi mengungkakan, mengenai program MBG, KNPI menilai program tersebut pada prinsipnya merupakan kebijakan yang baik karena memiliki tujuan meningkatkan pemenuhan gizi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Mengenai pelaksanaan program tersebut, ia berharap dan mendorong agar tetap harus memperhatikan standar yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, munculnya persoalan di sejumlah dapur MBG sebelumnya menjadi pembelajaran agar seluruh pelaksana benar-benar menjalankan program secara amanah dan sesuai ketentuan.
“Kalau standar yang dicanangkan pemerintah betul-betul dipenuhi dan dijalankan dengan amanah, saya kira tidak menjadi masalah. Adanya pro dan kontra terhadap sebuah program merupakan hal yang lumrah,” ujarnya.
Ia menilai evaluasi tetap diperlukan agar MBG dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat secara optimal. Perbedaan pandangan mengenai sasaran maupun pelaksanaan program juga dinilai sebagai bagian dari proses evaluasi kebijakan.
“Ada yang menilai bahwa MBG hanya pantas diterapkan pada daerah yang istilahnya terpencil, tertinggal, dan pinggiran barang kali ini bisa menjadi bahan pertimbangan. Memang untuk di daerah demikian program semacam ini sangat diharapkan, untuk sekolah favorit seperti swasta yang bahkan bertaraf internasioal dengan siswa yang serba kecukupan mungkin bisa kemudian dievaluasi,” imbuhnya.
KNPI berharap MBG dan KDMP dapat menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan pemuda. Program pemerintah tidak hanya dilihat dari sisi lapangan pekerjaan, tetapi juga sebagai ruang untuk menciptakan pelaku usaha baru, memperkuat UMKM, meningkatkan kapasitas digital, serta membuka rantai ekonomi dari tingkat kabupaten hingga desa.
“Pemuda harus berdaya, kreatif, mandiri, dan bersinergi ikut menjadi bagian dari pembangunan Gunungkidul bahkan meluas secara nasional,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
