Connect with us

Uncategorized

Pemkab Gunungkidul Target Raup 26 Miliar Dari PBB

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar) — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berupaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor. Salah satunya adalah dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dalam APBD Perubahan 2026. Target penerimaan PBB-P2 yang sebelumnya berada di kisaran Rp25 miliar akan dinaikkan sekitar Rp 1 miliar.

Kepala Bidang Penagihan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Aji Sukendro, mengatakan hingga Rabu (26/8) pagi, realisasi penerimaan PBB-P2 telah mencapai Rp18.222.139.676 dari target yang ditentukan oleh pemerintah.

Pada APBD Perubahan 2026 nantinya target penerimaan sektor tersebut direncanakan meningkat sekitar Rp1 miliar menjadi Rp26 miliar.

“Target perubahan Rp26 miliar, naik sekitar Rp1 miliar. Nanti data detail penambahannya kami update,” kata Aji.

Kenaikan target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengoptimalkan penerimaan dari sektor pajak daerah. Dengan realisasi yang telah mencapai lebih dari Rp18,2 miliar, masih terdapat ruang penerimaan yang perlu dikejar hingga akhir September mendatang bahkan hingga akhir Desember mendatang.

Sebagai upaya untuk meningkatkan realisasi PAD perpajakan, Pemkab Gunungkidul juga memperkenalkan inovasi digital Senapati atau Sistem Elektronifikasi Pembayaran Pajak Terintegrasi. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sekaligus meningkatkan akuntabilitas penerimaan daerah.

Berita Lainnya  Kasus Campak di Gunungkidul Capai 22, Dinkes Gencarkan Imunisasi Kejar

Senapati menghadirkan layanan pembayaran pajak secara elektronik, termasuk fitur Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) elektronik sehingga wajib pajak tidak lagi perlu mencetak dokumen fisik.

Sistem tersebut juga telah terintegrasi secara real time dengan core banking Bank BPD DIY. Dengan demikian, setiap transaksi pembayaran pajak langsung tercatat dalam sistem sehingga memperkecil risiko keterlambatan pencatatan maupun kesalahan administrasi atau bahkan penyalahgunaan uang pajak.

Sementara itu, DPRD Gunungkidul menilai optimalisasi PAD perlu terus dilakukan dengan menggali berbagai potensi penerimaan yang masih tersedia.

Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudayanti, mengatakan penguatan PAD menjadi semakin penting di tengah kebijakan efisiensi yang terus dilakukan pemerintah pusat.

Menurutnya, peningkatan PAD tidak cukup hanya dilakukan dengan menaikkan target penerimaan. Pembenahan sistem, penguatan digitalisasi pemungutan pajak, peningkatan transparansi, hingga pengawasan yang lebih ketat diperlukan untuk memastikan potensi pendapatan daerah dapat tergali secara maksimal sekaligus mencegah kebocoran.

Berita Lainnya  Resep Lumpia Semarang

“Masa kebijakan efisiensi terus dilakukan ini, kemandirian dalam mendapatkan PAD sangat penting dilakukan,” kata Ery.

DPRD juga menyoroti potensi penerimaan dari piutang PBB-P2. Ery menyebut piutang PBB-P2 yang mencapai sekitar Rp26 miliar merupakan potensi penerimaan yang cukup besar apabila dapat ditagih secara optimal.

“Penarikan piutang PBB-P2 perlu lebih digencarkan. Dengan piutang sekitar Rp26 miliar, tentu ini menjadi potensi yang sangat besar apabila dapat ditarik dan masuk menjadi pendapatan daerah,” tegasnya.

Ia berharap Pemkab Gunungkidul tidak sekadar menaikkan target PAD, tetapi juga melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh. Pemutakhiran data wajib pajak, digitalisasi pemungutan, pengawasan di lapangan, serta transparansi pengelolaan pendapatan dinilai perlu diperkuat.

Berita Lainnya  Resep Ayam Koloke

Namun demikian, Ery mengingatkan agar kebijakan peningkatan PAD tidak berujung pada bertambahnya beban masyarakat.

“Namun yang perlu digarisbawahi adalah sejumlah kebijakan yang diterapkan untuk meningkatkan PAD ini jangan sampai justru membebani rakyat,” tandas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler