kesehatan
Kasus Campak di Gunungkidul Capai 22, Dinkes Gencarkan Imunisasi Kejar
Wonosari,(pidjar.com)— Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mencatat sebanyak 22 kasus campak ditemukan sejak Januari 2026 sampai dengan awal April 2026 ini. Sebagai upaya pecegahan penyakit campak yang semakin meluas, pemerintah mulai menggencarkan Gerakan Imunisasi Kejar yang dimulai pada 6 April 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, berdasarkan data pelaporan dari puskesmas dan jajarannya tercatat ada 22 kasus campak di Gunungkidul. Meski demikian, jumlah tersebut belum dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena kasus-kasus yang ada tidak berasal dari satu klaster penularan yang sama.
“Ada 22 kasus,” ucap Ismono .
Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa kasus campak tersebut tersebar di 9 kapanewon di Gunungkidul. Rentang usia pasien cukup beragam, mulai dari 1 tahun hingga 47 tahun, dengan rincian 11 laki-laki dan 6 perempuan.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan mengintensifkan program imunisasi kejar campak (MR) yang mulai dilaksanakan sejak 6 April 2026. Program ini menyasar balita usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

Adapun untuk sasaran imunisasi campak atau MR1 (Measles-Rubella) untuk balita yang belum pernah menerima imunisasi MR sebanyak 232 anak. Sedangkan untuk MR2 atau untuk balita yang membutuhkan imunisasi ulangan atau booster sebanyak 290 anak.
“Jumlah sasaran tersebut masih berpotensi bertambah, mengingat petugas puskesmas terus melakukan penyisiran data di lapangan,” tambah dia.
Selain imunisasi, berbagai langkah pencegahan juga telah dilakukan, di antaranya penyelidikan epidemiologi di wilayah terdampak, pemantauan kasus selama dua kali masa inkubasi, serta penatalaksanaan pasien bergejala.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, serta memastikan imunisasi campak dilakukan sesuai jadwal.
“Dengan upaya-upaya terpadu ini diharapkan mampu menekan penyebaran kasus campak dan mencegah terjadinya KLB di wilayah Gunungkidul,” pungkasnya.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
