Connect with us

Sosial

Kisah Perjuangan Sutrisno Rawat Manula Yang Stroke di Tengah Himpitan Jerat Rentenir

Diterbitkan

pada

Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Jeratan hutang rentenir yang melilit keluarga Sutrisno (60) tidak menyurutkan niatnya untuk terus merawat Tanem (75). Tanpa Sutrisno, wanita renta ini memang tak bisa berbuat apa-apa setelah mengalami stroke sejak lima tahun terakhir.

Dari kedua orang ini, kita bisa belajar banyak tentang pengorbanan. Dengan segala keterbatasan yang ada, Sutrisno bahkan rela melakukan apa saja demi bisa merawat Tanem yang hanya tergolek di tempat tidur. Bahkan akibatnya, setiap hari kehidupan Sutrisno harus berkutat dengan penagih hutang.

Mendatangi rumah Sutrisno yang berada tepat di depan Balai Padukuhan Regedeg, Desa Giripanggung, Kecamatan Tepus membuat orang tak bisa berkata-kata. Hanya ada jalan setapak penuh dengan batu menghiasi halaman rumahnya.

Saat itu, Sutrisno dengan celana pendek layaknya seorang petani menyambut baik kedatangan pidjar-com-525357.hostingersite.com. Dirinya lantas mempersilakan wartawan untuk masuk ke dalam rumah.

Dari luar, memang sudah terlihat tak ada yang istimewa dari rumah Sutrisno dan Tanem. Dinding yang terbuat dari kayu beberapa telah jebol. Lantai yang terbuat dari batu putih pun sudah pecah dan beeganti tanah.

Ada tiga buah kursi tanpa meja yang digunakan untuk para tamu. Namun pada Jumat (09/11/2018) siang kemarin, tamu yang berkunjung adalah dua orang berpakaian sangar dengan menenteng buku serta tas.

Berita Lainnya  Pemkab Gunungkidul Segera Bagikan Bantuan Senilai 10 Miliar, Segini Yang Didapat Masyarakat

Keduanya ternyata adalah penagih hutang yang ternyata rutin mendatangi rumahnya. Tanpa basa-basi, kedua orang tersebut kemudian melakukan penagihan. Memang tidak besar, hanya kisaran puluhan ribu saja.

Namun demikian, uang yang dianggap kecil untuk sebagian orang itu ternyata sangat susah didapatkan Sutrisno. Pasalnya dirinya sendiri tidak memiliki pekerjaan tetap, pun demikian dengan istrinya.

Hanya anak perempuannya yang bekerja menjadi seorang penjahit. Itu pun hasilnya tak seberapa tak kala uang yang diperoleh harus digunakan untuk biaya sekolah sang cucu.

“Tidak hanya ada ini (penagih hutang) saja, dalam satu minggu hampir setiap hari ada yang datang. Hanya dua hari yang kosong,” kata Sutrisno kecut.

Sutrisno bercerita, keluarganya lebih mengandalkan rentenir ini tidak semata-mata untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Hal ini terpaksa ia lakukan lantaran untuk membiayai perawatan Tanem, membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Berita Lainnya  Operasi Pasar Sasar Bahan Makanan Kebutuhan Hari Raya Oleh Petugas Gabungan, Bagaimana Hasilnya?

“Sudah lima tahun simbah (Tanem) seperti ini. Jadi kita pinjam uang dari rentenir untuk biaya beli pampers dan membelikan roti regal kalau tidak ya sun (bubur bayi),” kata dia.

Ia mengaku tidak ada pilihan lain selain meminjam uang kepada rentenir. Pasalnya seluruh harta yang ia miliki telah habis dijual untuk biaya perawatan.

“Tiga ekor sapi sudah terjual. Ini tanah belakang dan samping rumah sedang dalam negosiasi mau dijual juga,” ucapnya.

Angsuran untuk melunasi hutangnya di rentenir diakuinya menambah beban yang harus ditanggung. Namun demi kelangsungan hidup Tanem pihak keluarga, ia mengaku tidak mempunyai jalan lain.

“Sudah banyak yang mengingatkan termasuk pak ustad untuk tidak hutang di rentenir. Tapi mau siapa lagi yang bisa membantu. Saya lebih dosa kalau membiarkan simbah tidak terawat,” kata dia.

Ia hanya berharap terus diberikan kesehatan oleh Tuhan. Sehingga dirinya masih bisa terus bekerja dan merawat Tanem.

Berita Lainnya  Hingga Desember Hujan Tak Kunjung Merata, Waktu Panen Petani Dipastikan Mundur

“Apapun yang terjadi simbah harus dirawat. Selagi saya masih kuat dan ada yang membutuhkan tenaga saya saya akan bekerja untuk kebutuhan simbah,” ucapnya.

Sementara itu, Dukuh Regedeg, Suranto mengatakan bahwa operasional rentenir memang merajalela di wilayahnya. Namun salah satu yang nampak jelas merasakan dampaknya adalah keluarga Sutrisno.

“Tidak hanya satu dua saja rentenir disini. Proses pencairan dana yang gampang tanpa jaminan itu menjadi solusi warga yang terhimpit ekonominya,” kata dia.

Namun demikian pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak dalam memberikan bantuan. Namun jika ada bantuan dari pemerintah, maka dari desa pun akan memprioritaskan warga yang benar-benar kurang mampun.

“Saya kasihan kepada keluarga mbah Tanem. Kondisi ekonominya seperti itu. Belum lagi kalau rumahnya kebanjiran seperti tahun lalu. Dulu sempat kami ungsikan di Balai Padukuhan,” kata dia.

 

 

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler