Connect with us

Sosial

Geliat Ekonomi Pasar Besole di Tengah Kerusakan Fasilitas Jalan Yang Melanda, Pengelola dan Warga Pilih Saweran

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pasar Besole saat ini memang mulai berkembang. Sejumlah pedagang mulai membanjiri kawasan pasar yang terletak di Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari. Namun di balik kebangkitan pasar ini, terdapat sejumlah catatan terkait infrastruktur yang ada. Yang paling kontras terlihat adalah kondisi jalan di dalam kawasan pasar. Jauh dari kata layak mungkin menjadi salah satu gambaran yang paling pas dalam menjelaskan kondisi jalan di pasar ini.

Hampir di seluruh bagian, jalan di pasar ini sudah mengelupas baik yang berupa aspal maupun corblok. Tentunya hal ini membuat para pedagang maupun pengunjung menjadi kurang nyaman.

Kondisi jalan kawasan pasar Besole yang mengalami kerusakan ini mendorong pengelola dan warga sekitar untuk melakukan perbaikan fasilitas. Sabtu (02/02/2019) pagi tadi, sejumlah warga serta pengelola menggelar aksi kerja bakti membangun jalan. Jalan ini dibangun dengan dana swadaya dari masyarakat serta pengelola.

Berita Lainnya  Angka Kebencanaan Terbilang Tinggi, Pemkal Diminta Tanggap Bencana

Pengelola kawasan Besole, Sumariyo, mengatakan keputusan untuk melakukan pembangunan jalan secara mandiri ini menjadi puncak dari kekecewaan pengelola serta para pedagang terhadap buruknya akses jalan di pasar ini. Seperti diketahui, Pasar Besole sendiri merupakan milik dari Pemdes Baleharjo.

Ia mendengar banyak sekali keluhan dari masyarakat terkait keadaan jalan pasar. Dengan terkelupasnya aspal maupun corblok, jalan Pasar Besole memang bisa dibilang hanyalah tumpukan batu dan tanah.

“Saat musim kemarau tiba, debu beterbangan sementara saat musim hujan becek dan banyak genangan air,” kata Sumariyo, Sabtu siang.

Perbaikan fasilitas ini menurutnya memang cukup mendesak dilakukan. Jangan sampai nantinya kawasan bisnis yang mulai bangkit ini tidak bisa berkembang lebih jauh lantaran terbatasnya infrastruktur khususnya jalan yang memadai. Dengan fasilitas yang layak, ia yakin bahwa nantinya Pasar Besole akan semakin ramai sehingga roda perekonomian masyarakat pun akan terangkat.

Berita Lainnya  Warga dan Pemkal Girikarto Minta Diperhatikan Pemkab, Gotong Royong Perlebar Jalur Wisata Pantai Gesing

“Sekarang sudah mulai ramai. Ada banyak jenis pedagang yang membuka lapak di sini. Terakhir kemarin Pasar Polowijo pindah ke sini,” tuturnya.

Pembangunan secara mandiri ini, rencananya akan dikebut. Paling tidak selama 2 atau 3 hari ke depan, jalan cor blok sepanjang puluhan meter ini akan selesai dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Adapun dana yang digunakan untuk pembangunan ini adalah sebesar 13 juta dari swadaya parkir, serta swadaya yang didapat dari penyisihan pendapatan. Namun meski hanya menggunakan dana terbatas ini, paling tidak perbaikan jalan cor blok ini menurut Sumariyo bisa menyasar jalan sepanjang 40 sampai 50 meter.

“Ke depan kita berharap nantinya ada donatur yang berkenan memberikan bantuan. Atau bisa juga pemerintah desa memberikan bantuan juga mengingat kita ini ada kontribusi pada pemerintah desa sebesar puluhan juta sehingga cukup layak untuk diperhatikan agar pasar semakin maju dan pendapatan desa juga pastinya akan semakin besar,” urainya.

Ke depan, ia bertekad akan terus melakukan pengembangan dan perbaikan di pasar yang dikelolanya tersebut. Dengan semakin menggeliatnya perputaran uang di sini, roda ekonomi dapat lebih terasa dan berdampak kepada masyarakat sekitar pula.

Berita Lainnya  Jadi Yang Kedua se-Pulau Jawa, Pabrik Pengolahan Limbah Medis Akan Segera Dibangun di Semin

Ia juga menambahkan, di dalam Pasar Besole sebenarnya ada juga kendala lainnya yaitu adanya aset milik Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang sudah tidak difungsikan. Di dalam kompleks pasar memang dulunya dibangun tempat pendaratan ikan milik Dinas Perikanan dan Kelautan. Lantaran sudah lama tak difungsikan, bangunan ini mangkrak. Jika nantinya bangunan ini dibongkar, akan dapat melancarkan akses para pengunjung sekitar di kawasan Pasar Besole.

“Surat permohonan sudah kita ajukan, namun kita masih menunggu respon dari pemerintah karena itu merupakan aset milik kabupaten,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler