Budaya
Dana Abadi Senilai 5 Triliun Akan Dicairkan Pemerintah Pusat, Angin Segar Pengembangan Budaya?
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dana abadi kebudayaan senilai triliun rupiah tengah menjadi bahasan kalangan masyarakat umum maupun kalangan pemangku kepentingan. Dana abadi kebudayaan ini ternyata telah menjadi suatu wacana pemerintah pusat sejak beberapa waktu lalu. Bahkan saat ini pembahasan secara marathon tengah dilakukan untuk dapat menentukan kebijakan lanjutan. Penganggaran dana abadi kebudayaan senilai 5 triliun itu dianggap penting dalam rangka mempertahankan kearifan lokal dan potensi budaya yang dimiliki.
Saat ini, pemerintah pusat tengah melakukan kajian atas wacana tersebut dengan mempertimbangkan berbagai hal mulai dari dampak hingga sektor lain. Jika nantinya kebijakan ini telah resmi diluncurkan, diharapkan kebudayaan di daerah dapat terfasilitasi dalam pengembangannya. Selain itu adat, tradisi, seni dan budaya di daerah dapat terus dilestarikan. Pasalnya hal ini menjadi aset terbesar di negara karena keberagaman yang dimiliki.
Dengan pembahasan yang digodog pada tahun 2019 ini, diharapkan nantinya paling tidak pada tahun anggaran 2020/2021 dapat segera direalisasikan dengan produk yang membawa perubahan. Tidak menutup kemungkinan pula jika pada awal diberikan 5 triliun, jumlah dana akan terus bertambah setiap tahunnya sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki.
Menanggapi wacana dari pemerintah pusat itu, Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul CB Supriyanto mengatakan sangat menyambut baik wacana tersebut. Hal ini berkaitan perhatian pemerintah pada potensi yang dimiliki di masing-masing daerah. Terlebih untuk di Gunungkidul sendiri potensi kebudayaan sangatlah beragam sehingga dengan dana yang melimpah, dalam pelestarian kebudayaan akan jauh lebih optimal kembali. Setidaknya ada ruang atau fasilitas dan perhatian pemerintah dalam hal itu.
“Tentu sektor kebudayaan jauh lebih terfasilitasi dan diperhatikan. Kalau pengelolaannya langsung ke pemerintah daerah dapat jauh lebih efisien, mana yang membutuhkan perhatian khusus dan mana yang harus dimotivasi dan diberikan stimulan,” kata CB Supriyanto, Jumat (22/03/2019).

Hal yang sama juga diutarakan oleh Heri Nugroho, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul. Ia menyebutkan anggaran yang diberikan dapat digunakan untuk pengoptimalan program yang berkaitan dengan kebudayaan. Selain itu juga permasalahan lain di daerah yang ada, kearifan lokal dan budaya di masing-masing tempat dapat lebih terfasilitasi dengan optimal. Pihaknya juga terus memantau atas wacana ini hingga finalnya nanti.
“Anggaran yang disediakan diharapkan mampu memberikan kreatifitas pada daerah untuk dapat memberikan program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat, pelaku budaya dan secara keseluruhan,” kata Heri Nugroho saat dihubungi.
Untuk sejauh ini perhatian dari pemerintah pada kelestarian budaya dan kearifan lokal sudah lumayan ada perbaikan dengan adanya alokasi anggaran dari pemerintah. Setidaknya dengan adanya wacana dana abadi, kebudayaan dapat lebih optimal kembali dalam membuka peluang. Khususnya dalam mengagendakan sebuah even besar di daerah nantinya akan jauh dapat terfasilitasi. Pasalnya selama ini, ruang yang disediakan oleh pemkab masih sangat minim dalam adanya pertunjukan atau pementasan.
Padahal kegiatan semacam ini sangatlah penting, selain untuk mengasah kemampuan juga untuk meningkatkan mental para pelaku budaya terlebih generasi milenial yang saat ini dibidik untuk lebih mencintai, mengenal dan melestarikan budaya yang dimiliki. Heri menekankan jika potensi budaya yang harus digali seharusnya kebudayaan yang memang melekat pada masyarakat, namun tidak menutup kemungkinan jika mengadopsi kebudayaan atau seni lain dan dikembangkan juga cukup bagus.
“Untuk pengadaan atraksi dengan skala besar memang di Gunungkidul belum ada. Ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup serius sehingga para pelaku kebudayaan benar-benar mendapat ruang untuk pentas. Mudah-mudahan dengan adanya anggaran yang tengah digagas ini ada perbaikan,” tambah dia.
Pelatihan dan pendidikan pada pelaku budaya juga sangatlah dibutuhkan. Selama ini, Pemkab masih sibuk dengan pemberian stimulan bagi kelompok-kelompok pelestari, namun untuk pelatihan sendiri masih belum maksimal sehingga harus lebih diperhatikan kembali.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
