Olahraga
Groundfist Wonosari, Ajang Ratusan Petarung Amtir Unjuk Gigi
Playen, (pidjar.com)–Dunia tarung amatir di Gunungkidul mulai menggeliat. Sejak Sabtu (14/02/2026) siang tadi, GOR SMK Muhammadiyah Playen 2, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, ratusan petarung ikut ambil bagian dalam Groundfist Wonosari Vol 1. Suasana sendiri semakin meriah lantaran rupanya, ajang ini juga disesaki oleh ratusan penonton.
Pantauan pidjar.com, sedikitnya 120 peserta dari berbagai daerah ambil bagian dalam event ini. Mulai dari petarung lokal Gunungkidul hingga peserta dari Surabaya dan Kediri.
Event ini digelar dalam dua kategori, yakni partai putra dan putri. Untuk teknik pertarungan sendiri panitia membuka jenis tinju dan muaythai.
Panitia Groundfist Wonosari Vol 1, Pabramroe, menjelaskan bahwa ajang ini merupakan yang pertama digelar di Gunungkidul. Khusus untuk event kali ini, pihaknya sengaja memperuntukkannya bagi petarung nonprofesional.
“Pesertanya dari berbagai elemen, tapi memang khusus amatir. Yang sudah profesional memang tidak kami ikutkan karena tujuan kami membangun mental dan jam terbang fighter lokal,” tegasnya.
Menurutnya, saat ini banyak petarung muda di Wonosari dan sekitarnya yang memiliki potensi. Namun sayangnya, minat dan potensi ini tidak diikuti dengan kesempatan bertanding. Groundfist hadir sebagai ruang pembuktian sekaligus wadah pembinaan.
“Selama ini banyak fighter yang jarang tanding dan kurang pengalaman. Lewat event ini kami ingin membangun ekosistem bela diri yang sehat dan kompetitif, baik dari boxing maupun muaythai,” tambahnya.
Groundfist Vol 1 digelar dalam satu hari penuh dengan puluhan partai yang berlangsung ketat. Sejumlah laga bahkan berlangsung sengit hingga ronde akhir. Memperlihatkan keseriusan peserta meski berstatus amatir.
Panitia berharap Groundfist tidak berhenti di volume pertama. Jika mendapat dukungan luas, ajang ini akan berlanjut sebagai agenda rutin guna mengasah mental tanding sekaligus mengangkat potensi atlet bela diri Gunungkidul agar mampu bersaing di level lebih tinggi.
Menutup acara, Pabramroe menyerukan semangat khas komunitasnya, “Salam Groundfist, wani-wani!” tutupnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
