Connect with us

Peristiwa

Kebakaran Pabrik Kopra di Patuk Gunungkidul, 160 Ton Kopra Hangus Dilalap Api

Diterbitkan

pada

Patuk,(pidjar.com)-Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik pengolahan kopra di Dusun Bunder, Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Senin (22/6/2026) petang. Kobaran api yang diduga berasal dari tungku pengovenan menghanguskan bangunan pabrik beserta sekitar 160 ton kopra yang tersimpan di dalamnya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Kepulan asap hitam pekat tampak membumbung tinggi dari lokasi kejadian dan mengundang perhatian warga sekitar. Api dengan cepat membesar hingga menguasai hampir seluruh bangunan pabrik yang diketahui baru beroperasi sekitar tiga pekan itu.

Humas Polsek Patuk, Aipda Purwanto, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga bermula dari proses pembakaran bahan baku kopra di tungku pengovenan.

“Sekitar pukul 17.10 WIB para pekerja masih melakukan aktivitas produksi seperti biasa. Saat proses pembakaran berlangsung, api tiba-tiba membesar dan merambat ke seluruh bagian pabrik,” kata Purwanto, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, saat kejadian terdapat enam pekerja yang tengah menjalankan proses produksi. Mereka sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api terus membesar lantaran material kopra yang mudah terbakar membuat api cepat menjalar ke berbagai sudut bangunan.

“Mereka sudah berusaha melakukan pemadaman, tetapi api semakin besar sehingga para pekerja akhirnya memilih menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga,” ujarnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan ke lokasi. Sebagian membantu upaya pemadaman, sementara lainnya menghubungi aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.

Berita Lainnya  Dini Hari, Warga Nglipar Digegerkan Aksi Gantung Diri

Laporan kebakaran kemudian diterima Polsek Patuk yang langsung menerjunkan personel ke lokasi. Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gunungkidul bersama BPBD Gunungkidul dan anggota Polsek Patuk berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke area sekitar.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh pekerja berhasil menyelamatkan diri sebelum api menguasai bangunan pabrik.

Meski demikian, kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 juta. Selain bangunan pabrik yang mengalami kerusakan, sekitar 160 ton kopra yang berada di dalam gudang turut hangus terbakar.

Purwanto menjelaskan, dugaan sementara kebakaran dipicu percikan api dari tungku pengovenan yang kemudian memicu akumulasi panas di dalam bangunan.

Berita Lainnya  Jadi Orang Pertama Gunungkidul yang Divaksin, Dandim: Tidak Berasa Apa-apa

“Percikan api diduga memicu akumulasi panas yang tidak terdeteksi. Kondisi ini diperparah tingginya kandungan minyak pada material kopra, kegagalan mengontrol kadar air, serta tata letak penyimpanan yang memungkinkan api cepat menyebar,” jelasnya.

Ia menambahkan, material kopra memang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran karena mengandung minyak yang mudah terbakar ketika terpapar panas dalam waktu lama.

Pabrik pengolahan kopra tersebut diketahui milik Hariria Inyong Jodi Pratama, warga Semarang. Usaha itu baru beroperasi sekitar tiga minggu sebelum musibah kebakaran terjadi.

Saat ini polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus mengevaluasi sistem keselamatan dan pengamanan yang diterapkan di lokasi pabrik.

Berita Lainnya  Mati Mendadak, Sapi di Girisubo Disembelih dan Dijual ke Jagal

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi pelaku industri pengolahan hasil pertanian dan perkebunan untuk memperketat standar keselamatan kerja, terutama pada proses produksi yang melibatkan sumber panas dan material mudah terbakar.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Kunjungan Terus Meningkat, Pemkab Naikkan Target PAD Wisata Jadi Rp63,2 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 menjadi...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Berita Terpopuler