bisnis
Ninja Xpress dan Nurdin Hoerrudin Bagikan Tips Seputar Affiliate Marketing
Jogja, (pidjar.com) — Dalam beberapa tahun terakhir, affiliate marketing telah menjadi strategi yang semakin populer di Indonesia. Salah satunya, membantu berbagai bisnis, meningkatkan visibilitas secara online dan mengembangkan basis pelanggan mereka.
Affiliate Marketing adalah pola promosi marketing di mana seseorang akan mendapat komisi dari pemilik bisnis ketika berhasil menjual suatu produk/jasa karena sudah ergabung menjadi Affiliate Marketer.
Berdasarkan hasil survei Suara UKM Negeri vol. 5 tentang fenomena Affiliate Marketing, 73 persen orang berbelanja di Affiliate Marketing karena tertarik dengan produk yang dipromosikan oleh affiliate.
Secara umum, dalam sistem Affiliate Marketing, terdapat tiga pihak utama, yaitu pertama pemilik bisnis atau brand. Kedua, afiliasi atau mereka yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar membeli produk tertentu. Biasanya, mereka adalah blogger, influencer, atau individu yang memiliki minat khusus dan memilih untuk mempromosikan produk sesuai dengan minat di media sosial. Ketiga, pelanggan sebagai pihak yang melakukan pembelian produk yang dipromosikan oleh afiliasi.
Digital Marketing Expert, Nurdin Hoerrudin mengatakan, ada tiga hal penting seputar Affiliate Marketing dan bagaimana cara kerjanya sehingga cocok untuk diterapkan dalam bisnis online, seperti UMKM.
“Pertama adalah tipe-tipe Affiliate Marketing. Kemudian cara kerja Affiliate Marketing dan yang terakhir adalah strategi program Affiliate Marketing,” kata Nurdin, Senin (8/7/2024).

Dijelaskan Nurdin, tipe-tipe program Affiliate Marketing dapat dibedakan dari harga produk yang akan mempengaruhi model pembayaran komisi. Sehingga, hal itu dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yang terdiri dari harga produk low price. “Komisi yang diberikan kepada Affiliate diangka 3-5 persen dari produk yang berhasil terjual,” jelasnya.
Kemudian, lanjut Nurdin, untuk harga produk high price, komisi yang diberikan kepada Affiliate diangka 75 persen dari produk yang berhasil terjual.
“Sedangkan flat rate, para pelaku UMKM dapat menentukan angka komisi secara rata untuk semua produk yang berhasil terjual,” imbuhnya.
Noerdin menjelaskan, sebagai pemilik bisnis, penting bagi pelaku bisnis untuk memahami cara kerja sistem afiliasi. Pertama, para affiliate mendaftar program afiliasi melalui situs web atau formulir yang disediakan oleh pemilik bisnis. Mereka yang mendaftar akan menerima link affiliate dengan ID untuk mencatat transaksi.
“Selanjutnya, affiliate membagikan link tersebut di media sosial atau blog mereka. Konsumen yang mengklik link akan diarahkan ke halaman produk untukmelakukan pembelian.
Transaksi ini kemudian dicatat oleh jaringan affiliate dan penjual mengkonfirmasi serta memproses pesanan. Setelah semua langkah selesai, affiliate menerima komisi berdasarkan penjualan yang berhasil, sesuai dengan persentase yang disepakati,” ujarnya.
Nurdin menyinggung, dalam menjalankan strategi program Affiliate Marketing terdapat strategi khusus yang bisa dilakukan oleh pemilik bisnis agar berhasil. Diantaranya, pemilik bisnis membuat sistem promosi di toko menggunakan sistem cara kerja Affiliate Marketing, menyediakan konten sendiri yang menarik dan berkualitas untuk promosi, serta sistem komisi dibuat lebih fleksibel agar para Affiliate lebih semangat dalam berpromosi
“Angka komisi harus disesuaikan dengan margin produk. Berikan sample produk pada Affiliate agar mereka bisa tampak natural dalam memberikan ulasan saat promosi,” ungkapnya.
Selain itu, kata Nurdin, yang perlu diperhatikan dalam program Affiliate Marketing adalah kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan affiliate marketing seperti modal yang dikeluarkan lebih kecil dibandingkan beriklan di platform lain namun hasilnya paling terasa.
“Sementara untuk kekurangannya, pemilik bisnis dituntut harus cermat mengatur strategi agar Affiliate mau bergabung dengan program yang dimilili serta menyeleksi para Affiliate yang bagus sesuai dengan budget,” paparnya.
Head of Trade Marketing Ninja Xpress, Subarkah Dwipayana menambahkan, Affiliate Marketing telah menjadi strategi yang semakin populer di Indonesia karena bisa membantu berbagai bisnis, meningkatkan visibilitas secara online dan mengembangkan basis pelanggan.
“Dengan strategi Affiliate Marketing ini, diharapkan dapat mendukung UMKM di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan potensi besar dari strategi pemasaran ini. Kemudian juga bisa meningkatkan penjualan dan mencapai kesuksesan yang lebih besar di era digital,” pungkasnya.(Ken).
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized4 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan6 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 hari yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
