bisnis
Ninja Xpress Dorong UMKM Jogja go Global, Akses Ekspor Jadi Kunci Pertumbuhan
Jogja,(pidjar.com)– Peluncuran layanan ekspor Ninja Cross Border “From Indonesia to the World” oleh Ninja Xpress di Yogyakarta dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis UMKM. Kota ini kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia yang siap menembus pasar global.
Yogyakarta selama ini dikenal memiliki ekosistem UMKM yang kuat, ditopang sektor pendidikan, pariwisata, serta budaya. Ribuan pelaku usaha di bidang kerajinan, fesyen, hingga kuliner menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Kontribusi UMKM terhadap ekonomi tidak hanya terlihat secara nasional, tetapi juga nyata di tingkat daerah seperti Yogyakarta. Karakter produk yang khas, mulai dari batik, kerajinan tangan, hingga produk berbasis budaya menjadi nilai tambah yang sulit ditiru oleh negara lain.
VP Head of Sales Ninja Xpress, M Yan Mallino, menyebut bahwa potensi ekonomi lokal berbasis UMKM sebenarnya sudah sangat kuat, namun masih perlu didorong dari sisi akses pasar.
“Kalau kita bicara kualitas dan keunikan, produk UMKM Jogja itu sangat kompetitif. Permintaan dari luar negeri juga ada. Tantangannya adalah bagaimana pelaku usaha ini bisa mengakses pasar global dengan lebih mudah,” ujarnya di Sleman City Hall (26/4/26).

Selama ini, banyak pelaku UMKM di Yogyakarta masih berfokus pada pasar domestik. Padahal, pasar internasional menawarkan peluang yang jauh lebih besar, terutama untuk produk-produk kreatif. Kendala utama yang dihadapi pelaku usaha antara lain persepsi bahwa ekspor itu rumit, membutuhkan modal besar, serta proses logistik yang tidak sederhana.
Melalui layanan Ninja Cross Border, hambatan tersebut coba dipangkas. Dengan tarif yang lebih terjangkau, minimum pengiriman kecil, serta dukungan logistik menyeluruh, UMKM kini dapat mulai mengekspor produknya bahkan dalam skala kecil.
“Sekarang kirim satu barang pun sudah bisa ke luar negeri. Jadi ini bukan lagi sesuatu yang sulit atau eksklusif,” kata Yan
Ia menambahkan kemudahan akses ekspor diyakini akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal. Peningkatan permintaan dari luar negeri berpotensi mendorong kenaikan kapasitas produksi UMKM, penyerapan tenaga kerja lokal, penguatan rantai pasok berbasis komunitas, hingga peningkatan pendapatan pelaku usaha.
Head of Business Development/Sales Lincah.id, Raden Bayu Nurhadi Natawidjaya, menegaskan bahwa akses global menjadi kunci agar UMKM tidak stagnan di pasar lokal.
“UMKM Jogja punya kekuatan di kreativitas dan cerita produknya. Kalau akses pasar global dibuka, ini bisa menjadi lompatan besar untuk meningkatkan daya saing dan ekonomi daerah,” jelasnya.
Dari tren yang ada, produk fesyen menjadi salah satu komoditas unggulan yang paling diminati pasar global. Selain itu, produk herbal dan berbagai barang kreatif khas Indonesia juga mulai menunjukkan peningkatan permintaan. Hal ini memperkuat posisi Yogyakarta sebagai daerah dengan potensi ekspor berbasis ekonomi kreatif yang besar.
Peluncuran layanan ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong UMKM naik kelas, dari skala lokal menuju pemain global.
Dengan dukungan logistik yang semakin terintegrasi, pelaku UMKM tidak hanya didorong untuk bertahan, tetapi juga berkembang dan bersaing di pasar internasional.
“Dengan akses yang lebih mudah, kami ingin UMKM Jogja tidak hanya kuat di lokal, tapi juga bisa dikenal di dunia,” tutup Yan. (Rosa)
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
