bisnis
Berdiri Sejak 1968, Toko Sari Wangi Parfum Komit Pertahankan Kualitas Keawetan Aroma
Jogja, (pidjar.com) – Pionir toko parfum yang berdiri sejak tahun 1968 di Yogyakarta, Sari Wangi Parfum berkomitmen mempertahankan kualitas keawetan aroma.
Kini, toko parfum yang berada di Jl. Mas Suharto, Danurejan, Kota Yogyakarta tersebut dikelola oleh generasi ketiga, Jayadi Sutanto dan Kristanto.
Keduanya merupakan anak dari Tri Sapto Muljono, generasi kedua, yang telah berhasil mengembangkan toko kelontong dan bibit parfum milik ayahnya, alm. Budi Rahardjo.
Tri bercerita, toko ini awalnya hanya memiliki lima varian aroma. Namun, seiring waktu, koleksinya terus bertambah. Parfum klasik seperti melati, sandalwood, dan kenanga masih tersedia hingga sekarang. Pembeli bisa menyesuaikan aroma dengan kebutuhan mereka.
“Waktu pertama kali ayah saya mendirikan toko ini, awal mula bernama Sari Wangi, bergerak di bidang bahan kimia, termasuk parfum untuk sabun dan sampo. Zaman dulu, sampo itu bentuknya bubuk, bukan cair. Awalnya ayah saya hanya punya 5 itu, sekarang jadi banyak,” katanya saat ditemui di tokonya, Senin (14/7/2025).
Jayadi Sutanto menambahkan, banyak pelanggan dari generasi lama masih menjadi pembeli setia di tokonya. Bahkan mereka rela datang dari luar Yogya untuk membeli parfum.
“Meski parfum dijual secara online, tapi mereka lebih mantap untuk datang ke sini. Mereka senang karena wanginya awet,” jelas Jayadi.
Dijelaskan Jayadi, tokonya kini memiliki ribuan wewangian yang bisa dipilih oleh para pembeli. Kebanyakan bahan yang digunakan merupakan bahan impor yang didatangkan dari Eropa.
“Lebih dari 2ribu wewangian yang tersedia. Mulai parfum badan, parfum mobil, ruangan, minyak pusaka, parfum mentah dan bahkan ada parfum khusus untuk jamasan yang dipesan dari Kraton Yogyakarta,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kristanto. Meski sudah menjadi toko parfum legendaris di Yogyakarta, namun ada tantangan besar yang harus dihadapi tokonya di tengah menjamurnya toko parfum saat ini.
Menurut Kristanto, edukasi soal keawetan parfum ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat, terutama untuk generasi saat ini atau lebih dikenal dengan Gen Z.

“Jadi edukasi soal parfum ini masih banyak orang yang belum tahu. Parfum murah tapi wanginya tidak awet dan menyebabkan gatal di kulit. Keawetan wangi parfum itu ibarat daging sapi, ada tingkatannya. Parfum juga begitu,” paparnya.
Kristanto mengungkapkan, untuk menyasar edukasi ke Gen Z ini, rencananya Sari Wangi Parfum akan menyediakan layanan pembeli bebas meracik wanginya sendiri pada bulan Agustus nanti.
“Pembeli boleh mencampur sendiri wanginya, tapi tetap kita pandu. Wangi itu nanti bisa jadi wangi khasnya pembeli dan tidak diperjualbelikan seperti yang sudah tersedia sekarang ini. Gen Z memang sukanya kan begitu, punya khas sendiri,” pungkasnya. (Ken).
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya7 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
