bisnis
Pelatihan Keuangan UMKM Perempuan Perdesaan, Bahas Pengelolaan Keuangan Efektif
Jogja,(pidjar.com)–Pelatihan keuangan bagi pelaku UMKM, khususnya perempuan diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada khususnya dalam mengelola keuangan usaha dan pribadi.
Praktisi pemberdayaan perempuan dan UMKM, Ema Vidiastuti Utami mengatakan pada dasarnya para pelaku UMKM telah memiliki pengetahuan dasar tentang keuangan usaha, namun perlu meningkatkan kedisiplinan pencatatan.
“Pelatihan akan membantu peserta memahami pentingnya pencatatan keuangan yang akurat dan terstruktur. Bagaimana mereka mengelola keuangan pribadi, menghitung dan memposting budget untuk keuangan pribadi, hingga mengelola keuangan usaha dengan lebih efektif,”kata Emma dalam kegiatan Pelatihan Keterampilan Manajemen Usaha dan Keuangan untuk Perempuan UMKM Perdesaan di Rich Hotel (21/10/25).
Ia melanjutkan dalam sebuah pelatihan keuangan berbasis UMKM, terdapat tantangan utama dalam pengelolaan keuangan.

“Kedisiplinan pencatatan dan membuat postingan budget yang akurat. Harapannya, peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan keuangan tersebut bisa meningkatkan pengelolaan keuangan usaha dan pribadi,”kata dia.
Laurentia Widiati , selaku praktisi keuangan di Satunama menjelaskan pentingnya pelatihan menghitung harga pokok produksi untuk ibu-ibu atau wanita.
“Pelatihan menghitung harga pokok produksi diadakan untuk membantu ibu-ibu memahami cara menghitung biaya produksi yang akurat. Tentunya membahas tentang cara menghitung biaya bahan pokok, tenaga kerja, dan biaya tambahan,”kata Wiwit.
Lebih lanjut, pelatihan dapat meningkatkan pemahaman tentang menghitung harga pokok produksi.
“Peserta pelatihan masih banyak yang belum paham tentang cara menghitung harga pokok produksi yang benar. Banyak yang masih mencampur adukan biaya bahan pokok dan biaya lainnya. Pelatihan ini membantu peserta memahami bahwa biaya bahan pokok hanya mencakup bahan yang benar-benar dibutuhkan,”tambahnya.
Dalam hal ini, kegiatan pelatihan seyogyanya mampu meningkatkan kedisiplinan dan keterampilan bagi wanita pengusaha. Dengan pelatihan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan dan keterampilan dalam menghitung harga pokok produksi.
“Mereka dapat menerapkan pengetahuan ini dalam usaha mereka dan meningkatkan efisiensi serta keuntungan. Pelatihan menghitung harga pokok produksi dapat membantu ibu-ibu meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola keuangan usaha. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan dalam usaha mereka,”tandasnya. (rosa)
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized6 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
