Pemerintahan
Enam Bulan Pertama Tahun 2026, Kejadian Gantung Diri Telah Capai 21 Kasus
Wonosari,(pidjar.com)– Meningkatnya kasus bunuh diri dengan cara gantung diri di Kabupaten Gunungkidul menjadi perhatian serius DPRD Gunungkidul. Komisi D DPRD Gunungkidul mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa salah satunya dengan menambah tenaga psikolog klinis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto, kasus bunuh diri pada tahun ini menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 27 kasus bunuh diri, sedangkan hingga pertengahan Juli 2026 jumlah kasus telah mencapai lebih dari 20 kejadian.
Pada kondisi ini membutuhkan langkah penanganan yang lebih komprehensif melalui penguatan layanan kesehatan mental, edukasi kepada masyarakat, serta penyediaan layanan konseling yang mudah diakses.
“Kasus gantung diri yang terjadi selama ini menjadi keprihatinan bersama. Tahun ini jumlahnya semakin meningkat, bahkan yang lebih memprihatinkan, pelaku gantung diri ini tidak hanya lansia, tetapi juga remaja hingga anak-anak,” ujar Heri Purwanto.
Komisi D juga meminta Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan meningkatkan sinergi dalam upaya pencegahan dengan memperluas pendampingan psikologis kepada kelompok masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental.

“Kami mendorong agar pemerintah kabupaten dapat menambah psikolog di rumah sakit maupun puskesmas. Sehingga dapat memberikan konseling dan pendampingan bersama dengan kader, warga maupun Bhabinkamtibmas atau Babinsa,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, mengatakan hingga pertengahan Juli 2026 tercatat sebanyak 21 kasus bunuh diri di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Sebagai langkah penguatan layanan, Dinas Kesehatan telah mengusulkan penambahan formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tenaga psikolog klinis di puskesmas serta dokter spesialis kedokteran jiwa di RSUD Saptosari pada formasi CPNS Tahun 2026.
“Usulan formasi psikolog klinis untuk puskesmas dan dokter spesialis jiwa di RSUD Saptosari sudah kami ajukan kepada Bupati dan BKPPD. Selanjutnya usulan tersebut telah diteruskan ke Kementerian PANRB dan saat ini tinggal menunggu persetujuan,” ucap Ismono.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap penambahan tenaga kesehatan jiwa tersebut dapat memperkuat pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menjadi salah satu upaya menekan angka bunuh diri melalui deteksi dini, pendampingan psikologis, dan penanganan yang lebih optimal terhadap persoalan kesehatan mental.
“Dalam pencegahannya membutuhkan kolaborasi, tidak hanya dari pemerintah namun keperdulian sosial juga sangat dibutuhkan,” tutupnya.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
