Connect with us

Pemerintahan

Tambahan Anggaran Rp270 Juta Belum Bisa Dipakai, Bus Sekolah Masih Hanya Layani Penjemputan Saja

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)-Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp270 juta agar layanan bus sekolah gratis dapat kembali beroperasi normal. Namun, anggaran tersebut belum bisa dimanfaatkan karena masih menunggu pengesahan APBD Perubahan 2026.Sehingga mayoritas bus sekolah saat ini hanya melayani perjalanan mengantar siswa ke sekolah.

Layanan bus sekolah gratis di Kabupaten Gunungkidul kembali beroperasi bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026. Meski demikian, operasionalnya belum sepenuhnya pulih akibat keterbatasan anggaran yang dipicu kenaikan harga BBM non-subsidi.

Saat ini, dari tujuh rute yang beroperasi, hanya rute Semin-Wonosari yang masih melayani penjemputan siswa saat pulang sekolah. Enam rute lainnya hanya mengangkut pelajar pada pagi hari menuju sekolah.

Kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, Sigit Wijayanto, mengatakan pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp270 juta untuk mengembalikan layanan bus sekolah seperti semula.

Berita Lainnya  Miliki Siswa Kurang Dari 60, Belasan SMP di Gunungkidul Terancam Tak Bisa Cairkan Dana BOS

Namun, anggaran tersebut baru bisa digunakan setelah APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 resmi disahkan.

“Tambahan anggaran untuk bus sekolah masuk dalam APBD Perubahan 2026. Berhubung belum ada pembahasan, maka kita belum bisa mengaksesnya sehingga layanan masih sama, hanya melayani saat keberangkatan anak sekolah,” kata Sigit.

Menurutnya, pembatasan layanan terjadi setelah biaya operasional meningkat akibat kenaikan harga Dexlite yang digunakan seluruh armada bus sekolah.

Dishub tidak dapat mengganti Dexlite dengan BBM subsidi karena aturan yang berlaku tidak memperbolehkannya. Kondisi tersebut membuat anggaran operasional yang tersedia tidak lagi mencukupi untuk membiayai layanan pergi dan pulang sekolah di seluruh rute.

“Untuk enam rute lainnya, tidak melayani penjemputan kepulangan, karena memang anggarannya terbatas karena terdampak kenaikan BBM non subsidi,” ujarnya.

Saat ini terdapat tujuh armada bus sekolah yang melayani rute Semin-Wonosari, Ponjong-Wonosari, Semanu-Wonosari, Sokoliman-Wonosari, Tanjungsari-Wonosari, Gedangsari-Wonosari, dan Nglipar-Wonosari.

Berita Lainnya  Momen Liburan Sekolah, Gunungkidul Raup Retribusi Wisata 1,4 Miliar

Seluruh armada tetap melayani keberangkatan siswa menuju sekolah pada pagi hari. Namun, ketika jam pelajaran selesai, sebagian besar pelajar harus dijemput orang tua, menggunakan kendaraan pribadi, maupun mencari moda transportasi lain untuk kembali ke rumah.

Terpisah, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono, memastikan usulan tambahan anggaran operasional bus sekolah telah mendapat persetujuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Meski demikian, pencairan anggaran belum bisa dilakukan sebelum APBD Perubahan 2026 disahkan menjadi peraturan daerah.

“Anggarannya masuk di APBD Perubahan sehingga penggunaan dilakukan setelah disahkan menjadi perda baru,” kata Putro.

Ia menambahkan, kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak terhadap operasional bus sekolah. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga tengah menghitung tambahan kebutuhan anggaran BBM kendaraan dinas di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menyusul kenaikan harga Pertamax.

Berita Lainnya  Sepuluh Jabatan Eselon 2 di Pemkab Gunungkidul Kosong, Proses Pengisian Ditargetkan Akhir Tahun

“Sudah dibahas dan ada rencana menambah anggaran BBM karena Pertamax juga ikut naik. Tapi, untuk nominalnya masih dibahas karena data belum dikompilasi semua,” ujarnya.

Selama APBD Perubahan 2026 belum disahkan, pola operasional bus sekolah dipastikan belum berubah. Artinya, mayoritas pelajar masih harus menyiapkan transportasi alternatif saat pulang sekolah sambil menunggu tambahan anggaran dapat direalisasikan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Kunjungan Terus Meningkat, Pemkab Naikkan Target PAD Wisata Jadi Rp63,2 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 menjadi...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Berita Terpopuler