Uncategorized
Pemuda RW 02 Dipowinatan Jogja Gelorakan Sumpah Pemuda Lewat Sophrosyne dan Pemuda
Jogja, (pidjar.com)– Pemuda-pemudi RW 02 Dipowinatan, Kota Yogyakarta mennggelar lomba memasak nasi goreng dan malam pentas kesenian untuk menggelorakan kembali semangat pemuda sebagai tonggak harapan bangsa, Sabtu (26/10/2024).
Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda ke 96 tahun. Pada kesempatan itu para pemuda-pemudi RW 02 Dipowinatan secara bersama-sama membacakan ikrar Sumpah Pemuda yang digaungkan pada Kongres Pemuda yang menetapkan jati diri bangsa Indonesia. Selain itu, acara tersebut juga diisi dengan paduan suara dari kelompok lanjut usia (lansia) wilayah setempat, sebagai pengingat bahwa merekalah dulu menjadi pemuda bersemangat mengisi kemerdekaan yang kemudian akan diteruskan oleh pemuda pemudi generasi sekarang.
Ketua Panitia, Reiki Dhimas Adiswara mengatakan, tema tersebut memiliki makna keseimbangan dalam persamaan. Tema itu sengaja dipilih dengan harapan pemuda-pemudi khususnya di lingkungan RW 02 selalu membangun karya-karya positif dalam kebersamaan dan keberagaman.
“Harapannya agar senantiasa tercipta keseimbangan keselarasan setiap langkah muda-mudi di lingkungan masyarakat dengan mengedepankan norma-norma, unggah-ungguh dan budi pekerti kepada sesama,” katanya.
Reiki menyebut, penampilan spesial dari lansia RW 02 ini menjadi pelecut pemuda-pemudi saat ini. Sebab pada masanya mereka adalah muda-mudi yang karya dan dedikasinya untuk memajukan kampung Dipowinatan, khususnya RW 02.
“Kita patut jadikan teladan dan apresiasi yang luar biasa,” ungkapnya.
Ketua RW 02 Dipowinatan, Gandes Yuningtyas menjelaskan, dalam bahasa Yunani tema besar itu memiliki keseimbangan dan kebaikan. Hal ini adalah momentum yang baik bagi para pemuda untuk membagikan berbagai kebaikan dan menjaga kesehatan mentalnya agar semuanya dapat berjalan dengan baik.
“Kita harapkan dari kegiatan ini, pemuda kita memiliki karakter-karakter yang bagus untuk membangun negeri ini. Dimulai dari lingkungan yang paling kecil, yaitu lingkungan Rukun Warga, ” jelasnya.

Lebih lanjut Gandes menjabarkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan penguatan kepada para pemuda bahwa momentum tanggal 28 Oktober ini adalah momen penting bagi tonggak perjuangan bangsa kita khususnya bagi para pemuda.
“Jadi mari pemuda-pemuda kita kuatkan tekad kita untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik lagi,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi’i mengatakan, bangsa kita ini lahir karena adanya anak-anak muda dengan adanya Sumpah Pemuda. Selain itu, Proklamasi Kemerdekaan juga didorong dan dikawal oleh anak-anak muda. Bahkan generasi senior juga memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk mempunyai tanggung jawab.
“Mereka (generasi terdahulu-red) memiliki pesan agar pemuda harus punya kontribusi untuk masyarakat. Anak harus punya kontribusi untuk bangsa dan negara,” pungkasnya. (Ken).
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
