Connect with us

Uncategorized

Ratusan Massa dari Ormas Islam Geruduk PN Wonosari, Tuntut Keadilan Terhadap Bayi 3 Tahun Korban Pelecehan Seksual

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)– Ratusan massa yang berasal dari organisasi masyarakat (ormas) Islam diantaranya FJI, Kokam, Hizbullah dan lainnya melakukan aksi penyampaian aspirasi di Gedung Pengadilan Negeri Wonosari, Gunungkidul, Selasa (21/04/2026). Aksi ini sebagai upaya menuntut keadilan atas kasus pelecehan seksual terhadap anak 3 tahun yang saat ini masih bergulir di meja persidangan.

Kuasa Hukum Keluarga Korban Pelecehan Seksual, Nur Hamidah Fauziah mengatakan, aksi yang dilakukan oleh gabungan organisasi masyarakat ini merupakan penyampaian aspirasi dan mengawal kasus pelecehan atau pencabulan yang dilakukan terhadap anak di bawah umur yakni baru berusia 3 tahun. Massa menuntut nantinya majelis hakim memberikan putusan yang mengedepankan asas keadilan dan melindungi korban.

“Penyampaian aspirasi ke Pengadilan Negeri mengenai kasus yang sedang bergulir. Pada prinsipnya kami semua tidak sepakat dan kecewa dengan tuntutan JPU yang hanya 2 tahun 6 bulan penjara,” kata Nur Hamidah Fauziah saat ditemui di sela-sela unjuk rasa.

Pihaknya meminta dan memohon hakim nantinya saat memberi putusan harus memberikan vonis yang setimpal dan mempertimbangkan kondisi bayi yang mrnjadi korban pencabulan oleh kerabatnya sendiri tersebut.

Berita Lainnya  Status Kebencanaan Resmi Dinaikkan, Korban Puting Beliung Semanu Segera Dapat Bantuan?

“Harapan kami besok vonis di 23 April lebih dari 5 tahun atau bahkan dimaksimalkan lebih dari 10 tahun. Dengan memoertimbangkan banyak hal, jangan sampai justru meringankan hukuman pelaku yang merusak masa depan anak,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Koordinator Lapangan Aksi Penyampaian Aspirasi, Suyadi. Massa yang hadir karena merasa terkoyak keadilan hukum. Dimana dalam kasus pelecehan seksual yang tengah bergulir di meja Pengadilan Negeri, Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya menuntut pelaku dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan.

Pihaknya merasa tuntutan ini dirasa merupakan tuntutan yang tergolong berani karena pelaku pelecehan seksual atau pencabulan ini hanya diganjar hukuman yang sebentar.

“Maling ayam saja dihukum 2 tahun penjara, ini maling kehormatan dan masa depan anak hanya dituntut 2 tahun 6 bulan. Tolong untuk dipertimbangkan oleh majelis hakim hukum pelaku dengan hukuman yang berat,” ucapnya saat menyampaikan orasi.

Ibu korban, Chici Kartika mengatakan, ia bersama dengan pihak keluarganya mengharapkan hukuman yang dijatuhkan oleh hakim nantinya setimpal dengan perbuatannya.

Berita Lainnya  Resep Tahu Tek Telur Surabaya

“Saya minta paling tidak 10 tahun. Ini mengenai perbuatan yang tidak pantas dan merusak masa depan anak saya. Bayi 3 tahun mendapat perlakukan seperti itu. Ini menyangkut masa depan anak saya,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, ia juga mengatakan dalam proses penanganan perkara yang dihadapi ini banyak sekali kejanggalan yang dialami oleh pihak keluarga. Mulai komunikasi yang tidak berjalan lancar dengan pihak Kejaksaan dan banyak hal lainnya, termasuk tuntutan JPU yang hanya 2 tahun 6 bulan ini.

Ia menceritakan, kasus ini terjadi pada April 2025 lalu. Proses penanganan kasus ini di Kepolisian dan Kejaksaan berjalan cukup panjang, sampai pada akhirnya pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan hingga saat ini telah di persidangan.

Berita Lainnya  Perebutan Gelar Triple Crown 2025 di Indonesia Indonesia Derby 2025 

“Saat itu saya lakukan visum, di dubur anak saya ada kerusakan akibat benda tumpul dalam BAP telah dijelaskan namun saat persidangan banyak yang seolah ditutup-tutupi dan banyak kejanggalan yang terjadi selama ini,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler