Connect with us

Budaya

Sedekah Laut Baron Jadi Wujud Syukur Sekaligus Upaya Menghidupkan Wisata Budaya

Diterbitkan

pada

Tanjungsari,(pidjar.com)– Tradisi Sedekah Laut kembali digelar di kawasan Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Senin (15/6/2026). Kegiatan yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut dan hasil bumi yang diperoleh selama setahun terakhir. Selain itu juga peringatan pergantian tahun Islam atau 1 Muharram.

Ketua Pokdarwis Baron Indah sekaligus Ketua Panitia Sedekah Laut, Slamet Pringgoraharjo, mengatakan tradisi sedekah laut merupakan warisan budaya yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Pantai Baron sejak zaman dahulu. Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi dan harapan agar kehidupan masyarakat semakin sejahtera pada tahun mendatang.

“Sedekah laut ini merupakan tradisi yang sudah ada sejak dahulu. Kami bersama para pedagang dan warga mengucapkan syukur atas rezeki yang diperoleh selama setahun terakhir, sekaligus berdoa agar ke depan kondisi masyarakat semakin baik,” ujarnya.

Dalam prosesi tersebut, sejumlah gunungan yang berisi berbagai hasil bumi dan kebutuhan masyarakat dilarung ke tengah laut sebagai bagian dari rangkaian ritual adat.

Berita Lainnya  Diputar Perdana di JAFF 2024, Dua Dekade Tsunami Aceh Dikenang Lewat Film Dokumenter SMONG Aceh

“Ada hasil bumi, tukon pasar, sesaji, ayam hidup, kepala kambing dan lainnya,” ungkap Slamet.

Menurut Slamet, pelaksanaan Sedekah Laut tahun ini berlangsung lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi makna dan nilai spiritual yang terkandung dalam tradisi tersebut.

“Seluruh ubo rampe ini diarak dari pendopo ke bibir pantai dan selanjutnya dibawa ke tengah laut untuk dilarung,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Supriyanto, mengatakan, Sedekah Laut merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir selatan yang harus terus dilestarikan.

Ia menilai budaya dan kehidupan masyarakat merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, pelestarian tradisi menjadi penting tidak hanya untuk menjaga warisan leluhur, tetapi juga sebagai daya tarik wisata.

Berita Lainnya  Dibangun Dengan Joglo Wah, Balai-balai Padukuhan di Ngawen Ini Jadi Yang Termewah di Gunungkidul

“Sedekah laut adalah adat tradisi yang sudah melekat pada masyarakat pesisir selatan Gunungkidul. Tradisi seperti ini perlu terus dijaga dan dilestarikan karena budaya selalu berdampingan dengan kehidupan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Supriyanto mengungkapkan kegiatan budaya seperti Sedekah Laut juga memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata. Tradisi tersebut dapat menjadi atraksi yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Pantai Baron.

Menurutnya, Pantai Baron memiliki sejarah penting sebagai salah satu destinasi wisata yang menjadi pelopor berkembangnya pariwisata di Gunungkidul. Namun seiring munculnya berbagai destinasi pantai baru yang populer, daya tarik Pantai Baron kini menghadapi tantangan untuk kembali bersaing.

Kedepan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan berupaya mengembangkan Pantai Baron sebagai destinasi wisata keluarga yang dipadukan dengan kekuatan budaya lokal. Berbagai atraksi adat, tradisi, hingga kesenian masyarakat akan terus didorong untuk melengkapi daya tarik wisata kawasan tersebut.

Berita Lainnya  Kemendikbudristek Rayakan Narasi Babad Jawa dengan Festival Panji ASEAN 2023

“Dengan konsep wisata keluarga dan budaya, Pantai Baron diharapkan mampu memiliki ciri khas yang berbeda. Tradisi, adat istiadat, dan kesenian lokal akan menjadi kekuatan utama untuk menarik wisatawan sekaligus menjaga kelestarian budaya masyarakat pesisir,” pungkas Supriyanto.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata22 jam yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler