Budaya
Wujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
Jogja,(pidjar.com)–Pengurus Kampung Gambiran, Kelurahan Pandeyan, menggelar aksi penyemaian massal biji pohon Gambir sebagai aksi nyata menghidupkan kembali identitas wilayah yang secara historis merupakan “Alas Gambir”. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penanaman bibit yang dilakukan Walikota Yogyakarta pada prosesi Nyadran, 08 Februari 2026 lalu.
Acara yang dipusatkan di Taman Pandeyan Kampung gambiran pada Sabtu, 6 Mei 2025 tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), beserta jajarannya. Selain memberikan pesan bagi masyarakat, beliau juga memimpin prosesi penyemaian secara simbolis.
Penyemaian ini didukung penuh oleh kontribusi biji pohon dari Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Yogyakarta Angkatan 84 Periode 1 Kelompok 8. Sementara itu, pada periode sebelumnya juga pernah ditaman pohon Gambir benih siap tanam yang ditanam saat Nyadran awal Februari 2026, merupakan kontribusi dari Susanto Budi Raharjo melalui pendampingan Lumbung Budaya Masyarakat (Lumbumas). Walikota juga menyatakan terimakasih kepada Tim KKN UPN “Veteran” Yogyakarta, Lumbung Budaya Masyarakat, dan semua pihak yang terlibat.
“Gambir bukan hanya sejarah, tetapi juga sebagai wujud pelestarian lingkungan berdasar budaya untuk memperkuat identitas Kota Yogyakarta, baik sebagai Kota Wisata, Kota Budaya, maupun Kota Pendidikan.” pesan Walikota Yogyakarta, Bpk dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K).

Dalam sambutannya, Walikota berpesan agar terus memperkuat budaya demi kelestarian ekologis, karena dalam pembangunan kota Yogyakarta bersandar 3 hal, yaitu pro-poor, pro-environment, dan pro-growth. Pro-poor dimaksudkan pembangunan kota yang mengurangi angka kemiskinan, pro-environment dimaksudkan pembangunan kota yang tetap menjaga dan melestarikan lingkungan, pro-growth dimaksudkan pembangunan kota yang menunjang pertumbukan ekonomi.
“Tujuan utama kami adalah agar budidaya tanaman Gambir dapat berkembang luas dan menjadi ciri khas yang kuat di wilayah ini. Terutama menjadi penanda toponim kampung, Harapannya satu rumah satu pohon gambir, ” ungkap Ketua Kampung Gambiran, Susilo Edy.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Lumbumas, Syarifudin, menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari menjaga keunikan budaya kampung sekaligus merespons tantangan lingkungan global.
“Menanam kembali tanaman budaya ciri kampung bukan sekadar romantisasi sejarah, tetapi sebagai strategi adaptasi kita menghadapi krisis iklim melalui penguatan ekosistem budaya di tingkat kampung. Kami berharap apa yang dilakukan Gambiran menginspirasi kampung lain untuk menemukenali identitas mereka sebagai fondasi karakter yang tangguh secara budaya maupun lingkungan,” tegas Syarifudin.
Sinergi antara pemerintah kota, akademisi, masyarakat, dan lembaga pemerhati budaya ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem lingkungan sekaligus identitas kultural masyarakat Gambiran secara berkelanjutan.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized1 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
