fbpx
Connect with us

Budaya

Watu Suweng, Lokasi Yang Dipercaya Sebagai Petilasan Sunan Kalijaga di Gunungkidul

Diterbitkan

pada

Tepus,(pidjar.com)–Gunungkidul terkenal dengan kebudayaannya yang sangat kental. Salah satu tradisi yang masih terus dijaga serta dilangsungkan adalah Bersik Petilasan Sunan Kalijogo. Tradisi ini dilaksanakan sejak jaman leluhur oleh masyarakat Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus. Prosesi sendiri digelar setiap tahun sehabis masa panen palawija.

“Acara ini digelar setiap tahun, setiap Jumat Legi setelah panen palawija,” Kata Bambang Sulur, Ketua Pangrukti Hargo Gunung Batur Watu Suweng, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus.

Bambang menjelaskan, Watu Suweng sendiri diyakini sebagai tempat padasan atau tempat wudhu Sunan Kalijogo. Di mana aliran air wudhu mengalir menjadi 7 sumber air di sekitar petilasan.

Masyarakat setempat secara turun temurun mempercayai, Watu Suweng merupakan tempat penyebaran agama Islam di wilayah Purwodadi untuk memperbaiki akhlak manusia.

Dikatakan oleh Bambang, tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun di masyarakat sejak puluhan hingga ratusan tahun silam. Di mana tradisi tersebut sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang didapat. Dirinya juga mengungkapkan nantinya ke depan Watu Suweng akan dilestarikan menjadi tempat wisata religi.

Berita Lainnya  Mengintip Proses Pembuatan Blangkon Mbah Joni yang Halus dan Nyaman Dipakai

“Acara diwujudkan dengan sedekah berupa makanan yang berwujud krowotan. Selain ada juga nasi,” ujar Bambang.

Adapun acara tersebut dihadiri oleh Bupati Gunungkidul Sunaryanta, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Panewu Tepus, dan juga Kapolsek Tepus.

Sementara itu Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan bahwa Gunungkidul banyak memiliki banyak tempat sakral. Sehingga dengan potensi yang besar tersebut, perlu dilestarikan dengan konservasi oleh masyarakat melestarikan kebudayaan bersedekah.

“Saya berharap acara Bersik tetap lestari dan dilaksanakan setiap tahunnya, dilaksanakan sebagai alat untuk kekeluargaan dan kebersamaan,” kata Sunaryanta.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler