Sosial
Uniknya Masjid Asy-Syuhuda, Berbentuk Ka’bah dan Berdiri di Hamparan Pegunungan
Gedangsari,(pidjar.com)– Di Padukuhan Baturturu, Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari terdapat sebuah bangunan masjid yang unik. Sebab bangunan masjid ini berbentuk menyerupai Ka’bah, mulai dari desain hingga warnanya. Karena keunikan ini, sejumlah warga dari daerah lain terutama Klaten, banyak yang sering berkunjung. Baik untuk berswafoto maupun beribadah di Masjid yang diberi nama Masjid Ka’bah Asy-Syuhuda.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Ka’bah Asy-Syuhuda, Ngatimin (54) mengatakan, Masjid dengan konsep bangunan Ka’bah ini dibangun pada tahun 2022. Saat itu, sebenarnya di lahan tersebut telah berdiri sebuah masjid, namun ukurannya hanya 7×7 meter sehingga tidak mampu menampung jamaah dalam jumlah banyak.
Mengingat jumlah penduduk yang terus bertambah warga memiliki keinginan untuk merombak bangunan Masjid lama tersebut. Kebetulan pula pada kesempatan itu, terdapat donatur yang ingin berkontribusi dalam pembangunan masjid di sisi utara yang berada di ketinggian tersebut.
Warga dan pihak donatur kala itu sepakat bahwa Masjid akan dipugar dan dibangun yang baru. Konsepnya yakni berbentuk layaknya Ka’bah baik desain maupun corak warnanya.
Pada pertengahan 2022 silam, anggaran pembangunan Masjid dari donatur tersebut turun. Warga bahu membahu mulai membangun Masjid dengan ukuran panjang 10 meter, lebar 10 meter dan tinggi 14 meter tersebut.

“Dalam wakru 7 bulan warga mampu menyelesaikan pembangunan Masjid berbentuk Ka’bah ini,” jelas Ngatimin, Senin, (23/02/2026).
Bangunan ini temboknya menggunakan cor dan batu alam yang berwarna hitam. Kemudian di dalamnya terdapat tiga tiang besar yang kokoh seperti Ka’bah. Tidak ada jendela di setiap sisinya kemudian di depan hanya ada 1 pintu masuk dengan ukiran-ukiran yang diberi warna emas. Di sini juga tidak ada serambi Masjid atau teras, begitu keluar dari dalam langsung dengan halaman yang tidak terlalu luas.

Bangunan yang cukup tinggi di sudut timur terdapat sebuah lemari kayu berisi mukena serta Al-Quran. Karpet sajadah tergelar di lantai untuk setiap saat warga beribadah di waktu shalat. Kemudian terdapat sebuah mimbar, jam digital, serta pengeras suara.Ada juga 2 ruangan yang digunakan sebagai gudang.
Setiap harinya, Masjid yang berada di kawasan perbukitan ini digunakan untuk beribadah para warga. Mungkin bagi warga sekitar beribadah di Masjid Ka’;bah Asy-Syuhada hal biasa, namun bagi orang luar menjadi hal yang luar biasa. Sebab tepat di depan masjid disuguhkan bentang alam Mertelu, Gunung Batur Agung, perbukitan Sriten, serta kawasan pertanian yang indah.
“Seperti Masjid pada umumnya, sini sering digunakan untuk beribadah, kajian dan TPA anak -anak. Ini memang masih kurang finishing belum ada kaligrafi dan beberapa batu alam di bagian belakang copot,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat di Padukuhan Baturturu, Sukiran menceritakan, tahun 1980-an silam untuk menemukan rumah ibadah khususnya masjid di Padukuhan Baturturu sangatlah sulit. Warga jika ingin beribadah harus ke daerah lain.
Dari situ, para pemuda berinisiatif untuk membangun masjid alakadarnya. Namun lahan untuk membangunnya kebetulan tidak ada. Meski begitu, tidak menyurutkan semangat untuk mendirikan rumah ibadah.
“Alhamdulillahnya ada salah seorang warga yang memwakafkan tanahnya untuk pembangunan Masjid dan ada sebagian tanah SG. Saat itu baru berukuran kecil dan sangat sederhara,” ucap Sukiran.
Lambat laun kemudian Masjid dipugar menjadi bangunan yang lebih kokoh. Dindingnya sudah cor meski ukurannya kecil sampai pada akhirnya donatur masuk dan warga gigih membangun masjid Ka’bah Asy-Syuhada.
“Perjalanannya cukup panjang dan pedih untuk sampai di titik ini. Berdiri kokoh dan Alhamdulillah bermanfaat bagi warga sini,” jelasnya.
Ia berharap dengan adanya Masjid berbentuk unik ini diharapkan menjadi salah satu dayatarik menjadi wisata religi bagi warga Gunungkidul dan sekitarnya. Menurutnya tak jauh dari lokasi masjid terdapat sebuah petilasan yang sering dikunjungi untuk berziarah.
“Kalau yang berkunjung ke Masjid sini selain dari warga sekitar juga ada yang dsri Klaten untuk foto-foto dan beribadah disini, misalnya shalat Jumat,” tutupnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized5 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
