Connect with us

Info Ringan

Wakili Indonesia di Ajang Kelas Dunia, Gitaris Down for Life Asal Nglipar Ini Tetap Tampil Metal Memakai Batik

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Di tengah lesunya dunia musik di Gunungkidul, Isa Mahendra Jati bisa dibilang adalah sebuah oase. Gitaris asal Padukuhan Nglipar Lor, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar ini prestasinya tak bisa diremehkan. Bersama dengan grup bandnya, Down For Life, ia telah berulangkali dipercaya manggung di luar negeri. Tak hanya di kawasan Asia seperti Malaysia maupun Singapura saja, akan tetapi talenta Isa telah sempat disaksikan langsung pecinta musik di Benua Eropa.

Nama Isa maupun bandnya sendiri mungkin memang tak banyak dikenal oleh warga Gunungkidul seperti para musisi campursari, keroncong, atau pop. Sebuah hal yang cukup bisa disadari lantaran memang musik yang digeluti olehnya tak terlalu populer di Gunungkidul. Isa memang berkarya di aliran musik Hardcore, Punk dan Metal. Namun diam-diam, prestasi Isa bersama bandnya cukup membanggakan. Ia terpilih mewakili Indonesia di ajang musik metal kelas dunia yang dihelat di Jerman. Penampilan Down For Life di Jerman sendiri memang banyak menyita perhatian media-media di Indonesia lantaran penampilan uniknya yang memakai batik.

Diceritakan Isa Mahendra, karirnya di dunia musik memang sudah ia rintis sejak lama. Berbagai macam grup band dengan sejumlah genre musik yang keras dan lantang membawanya malang melintang dari panggung ke panggung. Skill gitarnya yang semakin terasah kemudian menarik perhatian grup band asal Solo, Down For Life. Bersama grup musik beraliran metal ini, Isa mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan. Beberapa waktu lalu, ia berkesempatan untuk manggung di ajang Wacken Open Air 2018, sebuah ajang kompetisi band-band metal kelas dunia yang dihelat di Jerman.

Berita Lainnya  Resep Sup Ikan Nila Kuah Bening

Penampilan Down For Life di ajang tersebut memang sangat menarik perhatian. Tak hanya penampilan yang menggabungkan aliran metal dengan musik tradisional jawa saja, akan tetapi band tersebut juga tampil mengenakan batik.

“Apresiasinya cukup luar biasa, mereka suka dengan musik yang kami bawakan,” ucap Isa kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Sabtu (05/11/2018).

Dengan tampil bersama musisi metal kelas dunia menurut Isa sangat membanggakan. Bahkan dia juga bisa banyak belajar untuk memperbaiki skill serta penampilannya tersebut.

Belajar dan terus belajar memang menjadi komitmen Isa untuk kemudian bisa total berkarya di dunia musik ini. Ia mengaku sudah sejak di bangku kelas 5 SD belajar bermain gitar. Gitaris band Guns and Roses (GnR), Slash menjadi idola pertama pemuda berambut gondrong itu. Dari situlah ia memiliki keinginan untuk menjadi bintang atau paling tidak pandai memainkan jemarinya pada gitar.

Berita Lainnya  Lewat 'The Life of Butoh', Butoh Jepang dan Indonesia Sukses Pukau Jogja

“Latihannya di sekitar desa aja sama temen-temen waktu itu. Kebetulan ada satu set alat musik bisa buat latihan,” ceritanya.

Hari-harinya kemudian ia habiskan untuk mendalami gitar. Hobi seperti main bola, membaca buku, menggambar maupun yang lainnya berangsur ia tinggalkan demi belajar gitar. Hingga ia menginjak usia remaja, terus berusaha mengulik teknik-teknik bermain gitar. Isa pun juga tak bosan berselancar di dunia maya hanya untuk menyaksikan penampilan gitaris-gitaris dunia yang lantas ia pelajari.

Pertemuan dengan musisi lain pun terus dilakukan. Hingga membentuk sebuah band dengan berbagai genre. Isa bersama teman-temannya memilih genre yang tidak biasanya. Yakni musik keras layaknya hardcore, punk, dan punk.

“Dari situ saya mulai mengenal bermusik secara profesional, mulai lah dikenal dan manggung di daerah Semarang,” ucap dia.

Ia juga sedikit menyoroti mengenai perkembangan musik di Gunungkidul maupun Kota Jogja. Sekarang ini justru yang dikhawatirkan adalah tidak adanya regenerasi pemusik lokal. Bagaimana tidak, band-band baru atau penyanyi individu justru membidik di media sosial dan jejaring online sebagai etalase karya mereka. Hal ini kemudian membuat para musisi tersebut mengesampingkan panggung-panggung musik yang sebenarnya akan sangat membantu mereka berkembang.

Berita Lainnya  Enam Manfaat Senam Ibu Hamil

Sedikit pesan Isa bagi pemusik pemula, untuk menggeluti musik jangan sampai semangatnya kendor. Serius tapi tetap santai. Kemudian jangan malu menunjukkan karya sendiri. Yang paling penting adalah mulai kembali membidik pasaran langsung, tidak hanya di melalui media Youtube atau Instagram langsung puas dan merasa keren.

Bagi pemusik Gunungkidul, tak perlu minder saat unjuk gigi dihadapan orang lain. Pasalnya daerah bukanlah latar belakang dari bermusik, musisi tak pernah memandang dari mana ia berasal dan siapa orang tersebut.

“Apa yang saya pedomani saat bermusik? Menghibur orang lain dan menyalurkan bakat, kalau untuk materi sih saya anggap itu bonus,” tutup dia.

Isa Mahendra Jati sendiri juga salah satu crew dari band Endank Soekamti. Ia juga memiliki peran besar pada band ini setiap kali melakukan aktifitas bermusik atau hal-hal lainnya. Meski ia besar di Kota Jogja, namun sesering mungkin ia pulang ke Gunungkidul untuk menengok orang tuanya, ia sendiri juga bangga dengan potensi yang dimiliki Gunungkidul.

Pria ini juga memiliki penampilan yang cukup nyentrik kala manggung, identik dengan rambut gondrong yang selalu ia kibas-kibaskan. Menggunakan pakaian dan sepatu yang tidak seperti orang pada umumnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis7 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler