Info Ringan
Malam Tahun Baruan Sembari Menikmati Konser Musik Megah Bersama Didi Kempot dan Kidung Etnosia
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hiburan bergengsi bakal bisa dinikmati oleh warga masyarakat Gunungkidul pada malam pergantian tahun baru nanti malam. Alun-alun Wonosari akan menjadi saksi bisu pertunjukan megah yang dihelat oleh Pemkab Gunungkidul bersama dengan Mayor Sunaryanta. Diharapkan nantinya acara ini bisa menghibur puluhan ribu warga masyarakat yang diperkirakan akan memadati kawasan pusat Kota Wonosari ini.
Puluhan musisi kondang serta penari-penari sudah disiapkan panitia penyelenggara untuk meramaikan hajatan ini seperti Didi Kempot, Kidung Etnosia maupun sederet penyanyi-penyanyi lokal lainnya.
Ditemui saat check sound di Alun-alun Wonosari, komposser Kidung Etnosia, Agustinus Bambang Prasetya menjanjikan pertunjukan memukau untuk menghibur warga Gunungkidul pada malam pergantian tahun ini. Tak tanggung-tanggung, Kidung Etnosia menurut Bambang bakal menyajikan 5 genre (red-aliran) musik sekaligus dalam event ini. Puluhan musisi baik lokal Gunungkidul maupun dari luar sudah ia siapkan.
“Kita siapkan 25 hingga 30 lagu dengan menampilkan bintang-bintang top seperti Endah Kartikasari, Tia Tomblok, Aris Wirya, Yos Andhy, Dias Erlangga hingga Mas Didi Kempot yang bakal menampilkan tembang-tembang terbaiknya,” jelas Bambang, Senin (31/12/2018) siang tadi.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, pementasan orkestra malam tahun baru bisa terselenggara atas kerjasama Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul yang berkolaborasi dengan Kidung Etnosia dibawah asuhan Mayor Chb Sunaryanta.

“Mulai dari panggung megah, alat musik hingga sound system yang berkelas semua dari Mayor Sunaryanta. Dan nanti akan ada surprise di mana Ibu Bupati Gunungkidul yang bakal naik panggung di tengah-tengah konser orkestra. Mau ngapain? kita saksikan saja nanti,” tambahnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Drs Agus Kamtomo, MM, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul menambahkan, selain pementasan Orkestra Kidung Etnosia pihaknya juga menyiapkan sejumlah kesenian tradisional untuk ditampilkan. Diantaranya adalah penampilan tari tayub dan campursari lokal.
“Jadi selain Kidung Etnosia, kita juga menyiapkan pementasan sendratari Tayub sebagai upaya pelestarian budaya asli Gunungkidul. Selain itu ada juga campursari serta ditutup dengan pesta kembang api saat detik-detik masuk tahun 2019,” katanya.
Agus berharap walaupun peringatan malam tahun baru berlangsung sederhana lantaran minim anggaran, dengan ditampilkannya sendratari dan campursari, maka budaya asli Kabupaten Gunungkidul tetap bisa lestari ditengah gempuran budaya mancanegara yang kadang tidak sesuai dengan adat budaya ketimuran.
-
Info Ringan3 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa1 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Uncategorized3 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Peristiwa1 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Uncategorized2 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Peristiwa2 minggu yang laluLaka Maut di Semanu, Pembonceng Tewas Tersambar Truk
-
Hukum2 minggu yang laluTagih Utang Rp350 Ribu Berbuntut Panjang, Polisi Amankan 5 Orang dan 2 Sajam
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluCair, 40 Miliar Gaji ke 13 Untuk Ribuan Pegawai Pemkab Gunungkidul
