Sosial
Keluh Kesah Para Peternak Kecil Saat Ayamnya Hanya Dihargai Rp8.000 Per Ekor
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, deraan kerugian harus dirasakan oleh para peternak ayam broiler di sejumlah kecamatan di Kabupaten Gunungkidul mengalam. Pasalnya ayam broiler milik mereka hanya dibeli murah oleh tengkulak. Stok Dailly Old Chicken (DOC) yang merupakan ayam usia 35 hari iap konsumsi yang berlebih menjadi alasan pembelian harga murah yang dilakukan oleh tengkulak tersebut.
Satu ekor ayam oleh tengkulak dari peternak hanya dibeli dengan harga Rp. 8.000,- per ekor. Harga ini sangat jauh jika dibandingkan harga ayam potong di pedagang pasar yang saat ini berada di kisaran harga Rp. 30.000,- per kilogramnya. Sebagai informasi, satu ekor ayam rata-rata memiliki berat dua kilogram, namun setelah diambil hati dan ampela serta kepala dan kaki, ayam broiler memiliki berat 1,2 hingga 1,4 kilogram per ekornya.
Salah satu peternak ayam broiler di Desa Semoyo, Kecamata Patuk, Nanik Safitri mengatakan, sejak tahun 2012 beternak baru kali ini harga ayam dari peternak anjlok. Ia mengaku dulu harga ayam dari peternak diambil tengkulak Rp. 15.000,- per kilogramnya. Harga tersebut, kala itu sebanding dengan pakan dan perawatan ayam hingga DOC.
“Kalau sekarang harga tersebut jauh dari kata layak, banyak sekali peternak ayam broiler kemudian membuat stok ayam banyak, dibeli tengkulak harganya seadanya,” keluh Nanik kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Kamis (27/06/2019).
Sementara itu, salah seorang peternak lainnya warga Desa Ngandong, Kecamatan Patuk, Yudianto menuturkan, dampak penurunan harga yang cukup derastis membuatnya harus merugi sekitar Rp. 8.000.000,-. Kerugian ini ia alami dalam satu periode panen. Akibat anjloknya harga ayam broiler di tingkat tengkulak ini, Yudianto memutuskan untuk menghentikan usaha ternaknya. Penghentian usaha ini disebutnya bersifat sementara sembari menunggu hingga harga di tingkat peternak stabil.

“Kami harap pemerintah turun tangan menyelesaikan masalah ini. Rasanya tidak adil kami modal banyak untuk menjadikan ayam doc namun dibeli dengan harga murah sedangkan di penjual ayam satu kilogramnya mahal, jangan sampai permainan harga ini justru merugikan peternak kecil,” harap Yudianto.
Kandang closed house atau peternakan ayam dengan alat yang modern diduga menjadi penyebab anjloknya harga ayam broiler. Jumlah ayam yang diternak oleh kandang closed house bisa tiga kali lipat atau bahkan empat kali lipat jika dibandingkan dengan peternak dengan kandang konvensional. Sedangkan peternak dengan kandang closed house biasanya merupakan perusahaan besar.
“Saya punya ayam 3.000 ekor, sedangkan di closed house jumlahnya bisa sampai 15.000 atau 20.000 ekor ayam broiler,” imbuhnya.
Pemerintah Mengaku Tak Bisa Berbuat Apa-apa Antisipasi Jatuhnya Harga di Tingkat Peternak
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih mengakui rendahnya harga DOC di tingkat peternak yang saat ini terjadi. Namun begitu, ia memberikan catatan bahwa harga di pasar saat ini cukup stabil di angka Rp30.000 per kilogram. Saat ini, Disperindag Gunungkidul mengaku tak bisa berbuat apa-apa lantaran mereka hanya bisa menindak apabila harga eceran tertinggi ayam potong di luar kewajaran.
“Itu pun harus sesuai dengan arahan kementrian,” kata dia.
Senada dengan Yuniarti, Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan, upaya yang dapat dilakukan guna mengatasi anjloknya harga ayam broiler ialah memantau dan mencari data di tingkat peternak serta berkoordinasi dengan OPD lainnya. Ia belum bisa mematok Harga Eceran Tertinggi ayam broiler kepada pedagang agar peternak tidak mengalami kerugian karena harga beli ayam dari petermak yang terlampau rendah.
“Kami menunggu kebijakan dari pemerintah pusat,” pungkasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized1 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
