Connect with us

Peristiwa

Waspadai, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Gunungkidul Berpotensi Terjadi Tanah Ambles

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Fenomena tanah ambles atau turunnya sebidang tanah dari permukaan beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan. Ternyata, di Kabupaten Gunungkidul sendiri masih banyak potensi amblesan tanah yang mungkin terjadi, terlebih apabila memasuki musim penghujan.

Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada beberapa waktu lalu melakukan pemetaan wilayah bersama Dinas ESDM DIY. Adapun yang dipetakan ialah wilayah Kabupaten Gunungkidul yang di bawahnya merupakan batu gamping.

“Ada beberapa kriteria terkait potensi amblesnya tanah, harus merupakan daerah ledokan dan di bawahnya ada konektivitas sungai bawah tanah,” ujar  Dosen Fakultas Geografi UGM yang melakukan pemetaan wilayah, Agus Hendratno kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (27/08/2019).

Ia mengakui, tidak mudah menjelaskan potensi tersebut kepada publik. Hal tersebut lantaran secara kasat mata tanah yang memiliki potensi ambles pun memiliki permukaan rata.

“Kalau sekedar informasi tidak masalah, kecuali kalau sudah kejadian, karena tanah yang ambles biasanya memiliki tingkat kesuburan tinggi, karena di bawahnya ada sungai bawah tanah,” tambahnya. 

Iklim ekstrim seperti siklon cempaka yang terjadi pada tahun 2017 silam akan memberikan potensi lebih besar amblesnya tanah. Hal tersebut karena batu gamping yang ada di bawah tanah Kabupaten Gunungkidul akan terkikis, sedangkan sungai bawah tanah meluap dan akan menyebabkan amblesnya sebidang tanah.

Berita Lainnya  Pasar Bintaos Jadi Langganan Banjir Saat Musim Hujan, Wakil Rakyat Turun Tangan

“Air tanah di bawah meluap, menyebabkan erosi, makanya beberapa titik yang di bawah tanah sudah tidak ada batunya akan mudah ambles hal ini bisa terjadi jika hujan turun sangat ekstrim seperti saat siklon cempaka,” ujarnya. 

Kendati demikian ia juga tidak menampik kemungkinan amblesnya tanah meskipun hujan turun tidak terlalu ekstrim. Ia menyebut salah satunya amblesan di Telaga Moto Indro, Temuireng Panggang.

“Di sana struktur tanahnya tipis, pernah ada luweng yang vertikal tanahnya ke bawah sehingga air telaga bisa habis masuk turun ke bawah,” sebut Agus mencontohkan. 

Saat ini pihaknya telah memetakan daerah yang memiliki potensi tanah ambles. Namun ia mengatakan, yang perlu diwaspadai ialah tanah dengan setrukut batu kapur di Kabupaten Gunungkidul sisi selatan.

Berita Lainnya  Ditinggal Tidur Pulas, Motor Beat Keluaran Terbaru Raib Digondol Maling

“Di sisi utara aman-aman saja, tapi rawan longsor,” jelas Agus. 

Ia menyebut Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul yang memiliki potensi amblesnya permukaan tanah ialah Kecamatan Semanu, Girisubo, Rongkop, Ponjong, Panggang, Saptosari dan Purwosari. Setelah melakukan penelitian pihaknya menyimpulkan bahwa kecamatan-kecamatan tersebut memiliki struktur tanah yang rawan ambles.

“Itupun jika ada pemicu seperti hujan lebat, yang perlu dipersiapkan jika sudah datang pemicunya,” tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, ada beberapa lokasi amblesnya tanah di Kabupaten Gunungkidul yang sudah tertangani. Ada dua penanganan yang ia lakukan tergantung jenis amblesannya.

“Kalau amblesan yang langsung air seperti di Tanjungsari, Purwosari, Semanu dan Saptosari sudah kami bantu untuk penahannya, kalau amblesan tanah sudah kami bantu untuk pembatasnya,” ujar Edy. 

Menurutnya, di tahun 2018 banyak terjadi tanah ambles di Kabupaten Gunungkidul. Ia menyebut ada sekitar 50 amblesan yang sudah terjadi.

Berita Lainnya  Tabrakan Truk vs Pick Up, Pengemudi Luka Parah

” Ada yang kecil cuma dua meter ada yang besar,” imbuhnya. 

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan tanah ambles untuk segera melapor kepada BPBD. Menurutnya, tanah ambles sendiri membutuhkan penanganan khusus.

“Tidak boleh sembarangan menimbun, karena jika di bawahnya ada aliran sungai justru bisa mencemari,” tandasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 jam yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Berita Terpopuler