Pemerintahan
Putuskan Calon di Akhir 2019, Partai Golkar Butuh Bupati “Gila”
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Meski masih 2020 mendatang, geliat panasnya Pilkada Gunungkidul sudah mulai dirasakan sejak saat ini. Sejumlah tokoh masyarakat maupun partai politik telah mengambil ancang-ancang guna mendapatkan kursi kekuasaan. Lama tak terdengar manuver politiknya dalam Pilkada, DPD Partai Golkar Gunungkidul mulai mempersiapkan kejutan. Partai politik tertua ini bakal mulai melakukan penjaringan terhadap tokoh-tokoh masyarakat yang berpotensi untuk menduduki jabatan Bupati maupun Wakil Bupati. Partai Golkar bahkan menargetkan, sebelum akhir tahun ini, sudah ada penentuan perihal calon yang akan diusung maupun didukung dalam ajang Pilkada.
Sekretaris DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho menyatakan bahwa partainya siap bertarung dalam Pilkada Gunungkidul 2020 mendatang. Saat ini, pengurus, kader serta anggota DPRD dari Golkar bahkan telah mempersiapkan tahapan penjaringan serta pendaftaran calon Bupati maupun Wakil Bupati.
“Kami menargetkan, pada bulan November 2019 ini, sudah ada keputusan tentang siapa yang akan diusung atau didukung dalam Pilkada 2020 mendatang,” beber Heri, Senin (30/09/2019) pagi.
Langkah cepat ini disebutkannya merupakan bukti dari keseriusan Partai Golkar untuk tak hanya meramaikan saja dalam bursa Pilkada. Partai Golkar menargetkan untuk menang dalam Pilkada 2020 ini. Golkar sendiri menurut Heri sangat berpengalaman dalam mengarungi Pilkada. Sebagaimana diketahui, dalam Pilkada 2015 silam, Partai Golkar merupakan salah satu anggota koalisi yang mengusung pasangan Badingah-Immawan yang pada akhirnya memenangkan Pilkada.
Menurut Heri, selain mempersiapkan calon, Partai Golkar juga tengah membahas langkah koalisi bersama partai lainnya. Koalisi menjadi hal yang mutlak mengingat dalam Pemilu 2019 lalu, Golkar hanya berhasil meraup 5 kursi.
“Dengan secara cepat mengambil keputusan, maka persiapan bisa segera dilakukan baik oleh calon maupun mesin partai. Kita serius dalam menyikapi Pilkada 2020 ini,” lanjutnya.
Ditegaskan Heri, di tengah perkembangan daerah seperti sekarang ini, faktor pemimpin menjadi hal yang mutlak yang diperlukan untuk membawa Gunungkidul yang maju dan sejahtera. Untuk itu, diperlukan seorang Bupati yang gila. Kriteria Bupati yang gila ini disebutkan Heri bahwa Bupati ke depan, harus mampu cepat dan tegas dalam mengambil keputusan. Bagaimana caranya Bupati harus mampu menjalin hubungan dengan level pemerintah di atasnya, baik daerah maupun pusat untuk membawa program serta anggaran. Dengan ini nantinya maka pembangunan bisa dioptimalkan demi kemajuan daerah.
“Sekali lagi saya tegaskan, kami ingin Bupati yang gila. Tentu dalam kaitannya dengan hal yang positif untuk membangun dan memajukan Gunungkidul,” tandasnya.
Sementara itu, tokoh senior Golkar Gunungkidul, Slamet, S.Pd mendukung penuh langkah Partai Golkar yang ingin bertarung dalam Pilkada Gunungkidul. Menurut Slamet, Golkar sangat mampu untuk menjadi kekuatan besar dalam Pilkada Gunungkidul ini. Perolehan 5 kursi dalam Pemilu 2019 tentunya menjadi salah satu tolak ukur bahwa Golkar masih memiliki kekuatan besar di kalangan akar rumput.
Slamet menyarankan, dalam kaitannya Pilkada 2020 ini, Partai Golkar Gunungkidul harus berani untuk memajukan kader-kader internalnya. Banyak tokoh Golkar yang sebenarnya sangat mumpuni baik dari segi kualitas maupun elektabilitas. Tokoh-tokoh yang layak untuk dipertimbangkan Golkar Gunungkidul diantaranya adalah Heri Nugroho, Supartono, Lazarus Arintoko, Bambang Sukemi, serta Supadmo.
“Saya berharap Golkar mewadahi para kader internal yang ingin mencalonkan diri. Ini sebenarnya keuntungan bagi Golkar,” beber Slamet.
Menurutnya, ada banyak sekali keuntungan yang didapat dengan Partai Golkar mengusung kader internal. Secara politis, elektabilitas partai akan terangkat dan mesin partai sendiri bisa dipanaskan.
“Akan sangat berbeda langkah kader dalam bergerak jika yang diusung adalah kader sendiri. Ini menjadi kebanggaan kader,” imbuh Slamet yang pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati ini.
Meski begitu, ia juga tak memungkiri bahwa langkah tersebut memang tak boleh dipaksakan. Perhitungan matang harus dibuat sebelum mengambil segala keputusan. Selain hasil tes maupun survei, keputusan semacam ini juga harus dibicarakan secara serius dengan para pengurus, kader hingga ke tingkat terendah. Harapannya jika nantinya telah didapat kesepakatan, mesin partai bisa bergerak dengan sempurna.
“Bukan mutlak, hanya saja dalam penjaringan yang dibuat, jika memang bobotnya sama, kader internal harus diutamakan,” tandas dia.
Slamet sendiri siap jika nantinya diperlukan untuk menggerakan konstituennya dalam mendukung apapun keputusan Golkar Gunungkidul dalam Pilkada. Ia bahkan sangat antusias jika Golkar mengambil peran dalam Pilkada Gunungkidul ini.
“Saya siap mendukung apapun nantinya langkah Golkar,” pungkasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
