Kriminal
Cinta Tak Direstui Jadi Penyebab AS Nekat Melakukan Aborsi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Satuan Reserce Kriminal Polres Gunungkidul mengamankan AS (23) seorang perempuan warga Desa Sidorejo, Kecamatan Tepus, karena tega mengugurkan kandungannya yang berusia 6 bulan. Pengguguran kandungan ini diawali dari tidak adanya restu salah satu orang tua.
Kasat Reskrim polres Gunungkidul AKP Anak Agung Putra Dwipayana mengatakan bahwa AS dan pacarnya memang sudah lama menjalin hubungan. Namun hubungan yang dilakukan tidak hanya sebatas pertemanan pada biasanya sehingga menyebabkan kehamilan.
“Mereka sudah hampir 7 tahun menjalin asmara. Namun karena tidak ada restu kehamilan itu pun digugurkan oleh AS,” ucap Agung, Selasa (11/02/2020).
Ia mengatakan, dalam perkara ini pihaknya hanya menetapkan satu orang sebagai tersangka. Sebab, kekasih AS sendiri tidak mengetahui adanya tindakan aborsi yang dilakukan oleh wanita 23 tahun itu.
“Pacarnya berusia 26 tahun, dia tidak tahu kalau aborsi. Karena si pria itu mau bertanggung jawab tapi belum dapat restu dari orang tua AS,” kata dia.
Sementara itu, terkait dengan pil yang digunakan untuk menggugurkan kandungan sendiri tergolong obat keras. Obat itu pun tidak diperjual belikan secara umum karena harus dalam pengawasan ketat oleh dokter.
“Dia beli melalui online seharga Rp 1,5 juta. Tidak dibeli di apotek,” kata dia.
Namun begitu, pihaknya kesulitan dalam melacak penjual obat keras itu. Sebab, nomor yang digunakan untuk transaksi sudah tidak bisa dihubungi.
“Kita masih melacak, tetapi kesulitan karena nomornya sudah tidak bisa dilacak,” ungkap dia.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, dari tangan pelaku, polisi menyita kain sprei, strip bungkus obat cytotexm tisu, kartu berobat, foto usg, platik, pembalut obat spasminal, dan gawai. Pelaku dijerat dengan pasal 194 UU RI tahun 2006 tentang Kesehatan dengan Ancaman Hukuman penjara paling lama 10 tahun dam denda paling banyak Rp 1 Miliar, atau Pasal 346 KUHP dengan sengaja menggugurkan kandungan dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun.
“Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolres untuk menjalani pemeriksaan,” kata Kasat Reskrim.
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Sosial1 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan1 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
