Pariwisata
Syarat Tunjukan Rapid Antigen Dicabut, Kunjungan Wisatawan Merangkak Naik
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pada masa perpanjangan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di Kabupaten Gunungkidul, pemerintah sedikit melonggarkan kebijakan yang diterapkan. Diantarannya adalah pencabutan syarat rapid antigen bagi wisatawan luar DIY. Pasca pencabutan syarat tersebut, saat ini jumlah kunjungan wisatawan berangsur meningkat.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengungkapkan sejauh ini berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh staf Dinas Pariwisata jumlah kunjungan 900 hingga 1.000 pengunjung dalam seharinya.
Pada Sabtu kemarin ada peningkatan signifikan junlah kunjungan wisatawan di Gunungkidul sebanyak 3.262 pengunjung dari berbagai wilayah. Kunjungan wisatawan didominasi kawasan pantai baru kemudian disusul wisata lainnya.
“Masih relatif sama untuk hari biasa. Sabtu, Minggu ini ada peningkatan, kita menurukan teman-teman di lapangan untuk pemantauan,” kata Harry Sukmono, Minggu (31/01/2021).
Pelonggaran lainnya adalah jam operasional obyek wisata dibuka mulai jam 03.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB. Hal ini berbeda jika dibandingkan pada masa PSTKM sebelumnya yang hanya sampai jam 18.00 WIB. Untuk jumlah pengunjung, setiap titiknya tetap dibatasi yaitu hanya 50 persen dari kapasitas obyek wisata.

“Screening tentu tetap dilakukan,” imbuhnya.
Berdasarkan pengamatan, di sejumlah jalur seperti JJLS Planjan-Baron lalu lalang kendaraan bermotor dari luar daerah nampak ramai. Baik kendaraan roda dua maupun jenis lainnya banyak melintas di jalur tersebut dengan tujuan pantai.
Hal serupa juga terlihat di sekitar kota Wonosari. Sejak pagi tadi, kendaraan roda dua banyak yang menuju kawasan pantai selatan baik di Tanjungsari maupun arah Tepus dan Girisubo.
Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengungkapkan dicabutnya syarat rapid antigen itu melalui proses diskusi dan pertimbangan yang matang. Hal ini berkaitan dengan banyaknya keluhan dari pedagang di sekitar pantai atas kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah.
“Banyak yang menggantungkan pendapatan mereka dari sektor pariwisata. Maka dari itu kita cabut kebijakan syarat rapid antigen itu,” ucap Immawan.
Dengan adanya kegiatan pariwisata ini diharapkan ekonomi masyarakat dapat perlahan pulih. Penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan pengawasan, edukasi juga diberikan agar mereka paham mengenai pencegahan penyebaran virus covid19.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, pariwisata dan pasar memang peraturannya agak diperlonggar. Hal ini karena dua sektor ini merupakan sektor penting, disisi lain selama ini belum pernah ditemukan adanya klaster penularan covid1-9 di Pariwisata dan Pasar Gunungkidul.
“Klaster Pasar dan wisata belum pernah ada kalau di Gunungkidul. Kalau untuk hajatan, melayat, dan kegiatan masyarakat lainnya memang tetap diperketat karena sejauh ini di Gunungkidul sudah ditemukan penularan dari kegiatan masyarakat itu. Sudah beberapa kali penularan di hajatan terjadi di Gunungkidul,” pungkas Immawan.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa3 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
