Connect with us

Kriminal

Disiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Kejadian yang dialami oleh R (17) warga Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari bisa dibilang cukup mengerikan. Pada Selasa (16/06/2027) silam, remaja yang masih di bawah umur ini tak hanya diculik dan dianiaya di rumah kosong, namun juga sempat diancam akan ditembak. Korban bahkan sempat disiksa dengan diolesi garam dan minuman keras ke luka-luka yang diderita akibat penganiayaan. Diduga, insiden penculikan dan panyiksaan ini melibatkan salah seorang oknum pegawai Bagian Daerah Hutan (BDH) Paliyan yang merupakan ayah dari salah seorang pelaku. Orang tua korban yang tak terima telah resmi melapor ke Polres Gunungkidul pada Rabu (17/6/2026) petang tadi.

Dalam laporan tersebut, keluarga korban melaporkan dua orang berinisial P, warga Kapanewon Wonosari dan Z, warga Kalurahan Mulo yang diduga terlibat dalam rangkaian peristiwa kekerasan yang dialami korban.

Ayah korban, Agus Remkimario menuturkan bahwa permasalahan bermula dari sebuah jaket yang dipinjam anaknya dari seorang temannya yang berinisial P. Jaket tersebut kemudian dipinjamkan kembali kepada temannya yang berinisial T. Menurut Agus, P mengetahui bahwa jaket miliknya berada di tangan T.

Berita Lainnya  Usai Cekcok Berujung Menusuk Istri, Suami Minum Pembasmi Serangga

“Pemilik jaket tidak berani mengambil langsung kepada T, justru anak saya yang dikejar-kejar,” ungkap Agus, Rabu petang.

Agus menjelaskan, sebelum kejadian penganiayaan, ayah dari P, yang berinisial H sempat mendatangi rumah korban. Namun saat itu korban tidak berada di rumah dan hanya bertemu dengan kakak korban.

Tak lama kemudian, korban diajak ke sebuah kafe di Kalurahan Baleharjo dengan alasan untuk menyelesaikan persoalan jaket tersebut. Namun menurut pengakuan korban, sempat terjadi ketegangan di lokasi itu. Bahkan, oleh ayah terlapor yang diduga merupakan oknum pegawai BDH tersebut, remaja ini sempat diancam akan ditembak.

“Anak saya bilang diancam akan ditembak,” kata dia.

Dalam kondisi ketakutan, korban hanya bisa pasrah ketika diseret masuk ke dalam sebuah mobil jenis Kijang. Di dalamnya, telah ada sekitar 6 orang yang diduga merupakan teman-teman terlapor. Korban kemudian dibawa ke sebuah rumah kosong di wilayah Ring Road Selatan, Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari.

Berita Lainnya  Ditemukan 6 Rekaman Bocah Sedang Mandi, Pemuda Mesum Terancam Belasan Tahun Penjara

R lantas diturunkan dan langsung dipukuli. Sebanyak 6 orang melakukan secara brutal memukuli R yang tak kuasa membalas. Tak hanya menggunakan tangan kosong, pemukulan juga diduga menggunakan benda tumpul. Hal ini lantaran ada luka lebam aneh di bagian punggung. Di tubuh R juga terdapat sejumlah luka akibat sudutan rokok.

“Anak saya tidak sempat melihat siapa saja yang memukuk karena kondisinya memang sangat terdesak,” lanjutnya.

Kejam dan bengisnya para pelaku, melihat korbannya dalam kondisi luka-luka cukup parah, para pelaku justru menggosok-gosok luka menggunakan garam sebelum kemudian disiram minuman keras oleh para pelaku.

“Anak saya juga diancam agar tidak melapor ke polisi dan tidak melakukan visum,” ujar Agus.

Karena ketakutan, korban sempat berbohong kepada keluarganya dengan mengaku terjatuh. Namun orang tua yang curiga kemudian memanggil sejumlah teman korban untuk dimintai keterangan. Dari situlah korban akhirnya mengakui bahwa dirinya diduga menjadi korban pengeroyokan.

Berita Lainnya  Ditelfon Dapat Beasiswa, Alumnus SMK Kesehatan Wonosari Jadi Korban Penipuan

Keluarga korban kini berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan keadilan bagi korban.

Sementara itu, Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa melalui Kasi Humas Polres Gunungkidul AKP Subarsana membenarkan adanya laporan tersebut.

“Peristiwa itu benar terjadi pada Selasa dini hari dan orang tua korban melapor ke Polres Gunungkidul pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan oleh petugas,” jelas AKP Subarsana.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap remaja tersebut.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 hari yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler