Sosial
Kisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
Playen,(pidjar.com)–Nasib naas harus dialami Andheng Narendratama (23), warga Padukuhan Tawarsari, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari. Hingga saat ini, ia hanya bisa tergolek di tempat tidur rumah sakit pasca operasi besar. Bahkan, ia kemungkinan seumur hidup harus mengalami kelumpuhan lantaran luka parah pada tulang belakangnya.
Semua berawal berawal ketika ia mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk pada Rabu (17/6/2026) dini hari silam. Sekitar pukul 00.40 WIB, sepeda motor yang dikendarainya terjatuh hingga membuat An terkapar dengan sejumlah luka.
Usai kejadian, AN mendapat pertolongan dari anggota Polsek Patuk bersama relawan jalan raya dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Nur Rohmah, Kapanewon Playen.
Sesampainya di UGD, korban mendapatkan penanganan awal berupa perawatan luka lecet serta jahitan pada bagian telinga akibat luka sobek. Oleh petugas medis, korban lantas diperbolehkan pulang dan dijemput oleh pihak keluarga. Sebuah hal yang kemudian dipertanyakan pihak keluarga lantaran sebetulnya saat mendapatkan perawatan, Andheng sendiri sudah dalam kondisi tak bisa berjalan dan mengeluh sakit pada bagian seputar dadanya.
Betul saja, kondisi korban semakin memburuk setelah berada di rumah. Ia terus mengeluhkan rasa nyeri hebat di bagian punggung dan dadanya. Kaki korban juga sejak kejadian tersebut tak bisa digerakkan. Karena kondisi yang tak kunjung membaik, keluarga kemudian membawa korban ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Piyaman untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Ternyata hasil rontgen di PKU Muhammadiyah, adik saya mengalami patah di tulang iga dan tulang belakang,” terang Triyanto, kakak korban.
Dengan kondisi yang masih lemah, Andheng kemudian dirujuk ke RS PDHI Kalasan guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hasilnya, ia kemudian harus menjalani operasi besar. Menurut Tiryanto, operasi sendiri sudah dilaksanakan pada hari Jumat (19/06/2026) silam.
“Adik saya menjalani operasi selama 6 jam di RS PDHI,, hingga saat ini masih dirawat secara intensif,” bebernya.
Dilanjutkannya, keluarga sendiri mengaku kecewa dengan penanganan awal yang didapatkan Andheng saat di RS Nurohmah. Bagaimana bisa dengan kondisi kesakitan semacam itu, adiknya hanya mendapatkan penanganan atas luka luar.
Padahal saat itu, adiknya selalu mengeluh kesakitan ketika bagian belakang punggung tersentuh ketika mendapatkan perawatan. Sejak masuk ke RS Nurohmah, adiknya juga sudah tidak bisa menggerakkan kakinya.
“Saya sempat dimintai tanda tangan memang, tapi untuk jahit telinga yang robek. Penangananya itu saja. Dan itu mandiri, kami bayar sekitar 400.000 rupiah untuk penanganan awal itu. Yang akhirnya sama sekali tidak tuntas karena di sini adik saya harus operasi besar,” ujar Triyanto.
Keluarga AN menilai pemeriksaan lebih mendalam semestinya dilakukan sejak awal mengingat pasien datang dengan kondisi pasca kecelakaan.
“Kalau diagnosanya menyeluruh seperti yang didapatkan adik saya saat periksa selamjutnya, mungkin sekarang sudah dalam proses pemulihan. Bagaimana kalau gara-gara terlambat kondisinya semakin buruk?,” ucap dia dengan nada kecewa.
Saat dikonfirmasi, perwakilan RS Nur Rohmah, dr Rini, membenarkan bahwa Andheng memang sempat mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit tersebut.
Menurut dr Rini, berdasarkan pemeriksaan dokter saat itu, kondisi pasien dinilai hanya mengalami luka ringan berupa luka lecet dan luka robek pada telinga.
“Memang benar pasien AN ditangani di RS Nur Rohmah. Saat dilakukan pemeriksaan, dokter menilai pasien mengalami luka ringan, seperti luka lecet dan luka sobek,” terang dr Rini saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (20/6/2026) lalu.
Ia menjelaskan, keputusan tidak melakukan pemeriksaan lanjutan seperti rontgen dilakukan karena saat pemeriksaan awal pasien tidak menunjukkan keluhan yang mengarah pada kondisi serius.
“Pada saat itu pasien tidak mengeluhkan nyeri atau keluhan lain yang mengharuskan dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Kondisinya dinilai stabil sehingga diperbolehkan pulang,” tambahnya.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa3 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial3 hari yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized4 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized4 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
-
Uncategorized1 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
