Pemerintahan
Mendesaknya Penanganan ODGJ di Gunungkidul, Untuk Penyembuhan Hingga Pencegahan Bunuh Diri
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Masih terdapatnya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Gunungkidul masih menjadi persoalan tersendiri. Pemerintah masih berupaya dalam mengoptimalkan layanan fasilitas kesehatan agar dapat menangani ODGJ di tiap-tiap Kapanewon maupun Kalurahan. Penanganan ODGJ dari level rendah hingga berat sangat diperlukan di wilayah Gunungkidul mengingat kasus bunuh diri di Gunungkidul yang cukup tinggi.
Lurah Mulo, Sugiyarto, mengungkapkan jika di Kalurahan Mulo tak lepas dari adanya ODGJ. Keberadaan ODGJ menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah Kalurahan dan masyarakat setempat. Selain untuk penanganannya, kesembuhan ODGJ menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Ia menyampaikan jika keberadaan ODGJ sejauh ini diupayakan dapat tertangani oleh kegiatan-kegiatan maupun program dari Pemerintah Kalurahan. Untuk memastikan penanganan ODGJ sesuai pedoman ynag berlaku, pendampingan dan pemantauan terhadap ODGJ rutin dilakukan.
“Kebetulan kemarin ada sarasehan dari Kemensos, Kemenlu, Setneg, yang membahas tentang ODGJ. Program-program sejauh ini masih berjalan seperti pendampingan dan pertemuan rutin tiap bulan untuk memantau perkembangan ODGJ. Kalau jumlah ODGJ di Kalurahan Mulo saat ini tercatat ada 16 orang,” papar Sugiyarto, Kamis (07/10/2021).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati menyampaikan, dalam penanganan ODGJ di Gunungkidul masih menjadi tantangan tersendiri. Dalam upaya penanganannya, Dinas Kesehatan Gunungkidul telah menyiapkan sejumlah layanan di fasilitas kesehatan yang tersebar di tiap Kapanewon. Misalnya saja di tingkat Puskesmas yang menyediakan sumber daya manusia yang diberikan pelatihan khusus kesehatan jiwa serta obat-obatan yang berkaitan dengan kesehatan jiwa yang memadai.
Penanganan kesehatan jiwa sendiri menjadi sangat penting di Gunungkidul. Selain guna mencegah kondisi seseorang memburuk, juga sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap terjadinya bunuh diri.

“Di tiap puskesmas juga ada klinik konsultasi di mana masyarakat bisa melakukan konsultasi tentang apa saja termasuk tentang kesehatan jiwa,” ucapnya.
Sementara itu, untuk di tingkat masyarakat telah dibentuk Tim Pengarah Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) yang diharapkan dapat berjalan dalam menangani ODGJ dengan level rendah hingga berat. Pemetaan tentang ODGJ menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi sebarannya serta diharapkan dapat mendeteksi dini orang yang akan melakukan bunuh diri. Selain itu, di masyarakat juga terdapat rehabilitasi berbasis masyarakat di mana masyarakat yang diberikan wawasan untuk menangani ODGJ yang berada di dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat.
“Jadi masih seringkali saat ODGJ sudah dirawat di rumah sakit dan keadaannya stabil dan sudah pulang, yang seharusnya bisa proses penyembuhan tetapi malah menjadi kumat lagi karena keluarga dan lingkungan yang tidak siap menerimanya,” tutur Dewi Irawati.
Menurutnya pasien ODGJ jika diperlakukan dengan baik sesuai pedoman ynag telah ditentukan, serta diberikan dukungan oleh lingkungan keluarga dan masyarakat, maka pasien ODGJ kemungkinan dapat stabil kembali.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
