fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Ratusan RTLH Terima Bantuan Hingga 20 Juta

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Gunungkidul masih terus berjalan. Tahun 2021 ini ada 642 unit RTLH yang tersasar bantuan dari pemerintah. Adapun bantuan RTLH ini bersifat stimulan.

Kepala Bidang Perumahan Rakyat, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Handoko menuturkan, dalam penanganan rumah tidak layak huni, ada dua sumber pendanaan yang digunakan untuk program tersebut. Diantaranya APBD Gunungkidul dengan anggaran Rp 17.500.000 per unitnya dan ABPN sebesar Rp 20.000.000 per unitnya.

Berdasarkan laporan yang ada, untuk sumber pendanaan APBN sendiri ada 51 unit rumah tidak layak huni yang dibangun oleh pemerintah. Rumah-rumah ini tersebar di seluruh wilayah Gunungkidul.

“Untuk sumber dana APBN sudah 100 persen selesai pengerjaannya,” ucap Handoko, Selasa (05/10/2021).

Kemudian untuk program yang didanai dari APBD sebanyak 591 unit rumah. Sekarang ini, program tersebut masih dalam proses pembangunan. Diperkirakan, lantaran proggresnya rerata sudah mencapai 70 sampai dengan 80 persen, maka dalam waktu yang tak lama lagi, program bisa terselesaikan.

“Kita berharap untuk pembangunannya bisa tepat waktu,” lanjut dia.

Di Gunungkidul sendiri, untuk rumah tidak layak huni memang masih banyak ditemukan. Sejak beberapa tahun silam, pemerintah terus berupaya meretaskan permasalahan tersebut agar masyarakat bisa memiliki hunian yang layak dan sehat. Infrastruktur baik jalan, rumah dan tempat layanan masih menjadi prioritas pembangunan daerah.

Beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Gunung Kidul Heri Susanto mengatakan perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah kalurahan, kabupaten hingga pusat dalam penanganan permasalahan rumah tidak layak huni ini. Pihaknya berharap masing-masing memiliki program yang terarah dan terukur untuk meningkatkan derajad dan kualitas hidup warganya.

“Pendataan kami harapkan terus dilakukan dan terupdate sehingga nantinya program pemerintah lebih tepat sasaran,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler