Politik
Tegaskan Nyalon Lurah Bukan Untuk Cari Uang, Suwarto Tawarkan Program Ambisius Untuk Warga Sawahan
Ponjong, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Perhelatan Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di 58 Kalurahan di Gunungkidul tinggal menunggu hari pencoblosan. Saat ini tahapan Pilur sudah memasuki tahapan kampanye masing-masing calon Lurah. Tak jarang para calon saling lempar ide dan gagasan untuk membangun kalurahannya masing-masing.
Salah satunya ialah Pilur Kalurahan Sawahan, Kapanewon Ponjong, yang kemarin telah melaksanakan paparan visi dan misi para calon Lurah. Salah seorang calon Lurah yang dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi, Suwarto (62), mengungkapkan jika dirinya maju dalam kontestasi Pilur Sawahan lantaran dirinya tergerak dan berkeinginan untuk memajukan Kalurahan Sawahan baik dalam segi infrastuktur dan sumber daya manusia. Ia kerap menginisiasi kegiatan sosial masyarakat seperti pembangunan jalan cor, perbaikan lapangan olahraga, menyambangi rumah tak layak huni, dan lainnya. Menurutnya kegiatan sosial tersebut dapat dilakukan dan berdampak lebih luas lagi apabila dirinya terpilih sebagai Lurah.
“Saya ingin bersama-sama masyarakat membangun Kalurahan Sawahan yang maju, aman, tentram makmur, sejahtera, berbudaya, dan religius,” papar Suwarto.
Dengan usia yang sudah tua dan kehidupan yang sudah mapan, Suwarto menegaskan bahwa dirinya ingin menjadi lurah bukan lantaran ingin mencari uang ataupun kesibukan. Hal ini menjadi tanggung jawabnya untuk memajukan kalurahan Sawahan yang saat ini ia lihat cukup tertinggal dibandingkan daerahd-daerah lainnya.
“Saya sudah menerima dengan apa yang saya miliki. Apa yang saya lakukan ini adalah sebuah pengabdian,” tandasnya.

Warga Padukuhan Sawur tersebut menyampaikan, untuk menuju masyarakat Kalurahan Sawahan yang maju diperlukan dukungan masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat dapat menjadi agen perubahan di Kalurahan ketika masyarakat itu menjadi subyek atau pelaku dari program-programnya, bukan menjadi obyek dari adanya program.
“Tentunya memberdayakan lembaga-lembaga di Kalurahan Sawahan untuk berperan sebagai subyek, bukan obyek. Adanya BUMKal juga perlu diperkuat dengan ditangani oleh pemuda yang memiliki kompetensi di bidangnya,” sambung dia.
Menurutnya, selain adanya peran serta masyarakat juga diperlukan menciptakan tata kelola pemerintahan kalurahan Sawahan yang inovatif, bersih, transparan, akuntabel dan aspiratif. Keterbukaan semacam ini akan membuat peran serta masyarakat dalam pembangunan pun meningkat. Pun demikian dengan rasa memiliki dari warga dalam ikut melaksanakan pembangunan.
“Itu akan berdampak pada kerja pemerintahan kalurahan sehingga bisa menyelenggarakan pemerintahan yang cepat dan bertanggungjawab,” ujar Suwarto.
Mayoritas masyarakat Kalurahan Sawahan yang berprofesi sebagi petani, dalam kacamatanya seringkali terkendala dengan kondisi jalan yang rusak. Tak hanya jalan raya, namun juga jalan-jalan kampung yang sering dilalui masyarakat untuk pergi ke sawah. Kondisi jalan yang rusak juga menyulitkan petani ketika membawa pupuk ke ladang maupun hasil panen ke rumah.
“Infrastuktur umum sangat penting, apalagi jalan yang digunakan masyarakat. Infrastuktur jalan yang sulit sering jadi kendala jalur distribusi ekonomi masyarakat. Perbaikan jalan diperlukan agar menjadi penopang perekonomian warga,” urainya.
Selain dari sektor pertanian, ketika ia nantinya terpilih menjadi Lurah, ia berpendapat jika setiap rumah perlu adanya hewan ternak yang dipelihara. Hewan ternaknya pun dapat bermacam-macam, mulai dari ayam, kambing, dan sapi, tergantung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberadaan hewan ternak dapat menjadi sumber penghasilan selain mengandalkan hasil pertanian. Selain itu, kotoran hewan peliharaan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk yang untuk digunakan di ladang pertanian warga itu sendiri.
Lebih lanjut, Suwarto menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia di Kalurahan Sawahan. Pembangunan SDM itu sendiri dapat dimulai dari anak usia dini. Termasuk pembangunan kualitas guru-guru TPA yang sering mengajari anak-anak kecil di sana.
“Lha yang tua gimana? Yang tua bisa cerita-cerita atau sharing tentang hal-hal di pemerintahan atau pertanian yang perlu diperbaiki apa dan kendalanya apa. Sehingga program-program tadi bisa terpadu, terjadi keselerasian dari atas hingga bawah,” jelas dia.
Tak lupa, Suwarto juga akan meningkatkan mutu dan kualitas kesehatan masyarakat Kalurahan Sawahan. Semua program-program yang ia tawarkan tentunya untuk kemajuan seluruh elemen di Kalurahan Sawahan sehingga dapat menciptakan suasana yang kondusif untuk kehidupan masyarakat yang damai, aman, dan tenteram.
“Untuk mencapai itu semua, perlu dukungan masyarakat agar program-program tadi dapat dituangkan di program kalurahan pas nanti terpilih jadi Lurah,” pungkas Suwarto.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized1 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
