Pemerintahan
Perkenalkan Suswaningsih, ASN Gunungkidul Peraih Kalpataru
Rongkop,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Prestasi mentereng berhasil diraih oleh Suswaningsih, seorang penyuluh pertanian yang selama ini bertugas di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rongkop. Upayanya untuk mengatasi lahan kritis di Gunungkidul sisi timur menjadi lahan yang produktif mengantarkannya meraih penghargaan Kalpataru. Sebagaimana diketahui, Kalpataru sendiri merupakan penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia kepada perorangan ataupun kelompok yang berjasa terhadap pelestarian lingkungan.
Tak ayal, prestasi besar ini langsung mendapatkan respon positif dari para pejabat lokal di Gunungkidul. Bupati Gunungkidul pun juga memberikan apresiasi kepada Suswaningsih atas keperdulian dan dedikasinya dalam mengatasi lahan kritis ini.
Selama ini, Suswaningsih memiliki fokus pendampingan yaitu membangun ketahanan konservasi lahan kritis, membangun ketahanan pangan, dan pemanfaatan sumber pangan lokal. Fokus pengelolaan lahan pangan yang ia dampingi berada di Kalurahan Karangwuni Sagan, sedangkan pengelolaan lahan kritis berada di Kalurahan Melikan, Kapanewon Rongkop.
“Untuk lahan kritis yang tidak produksi dilakukan pengembangan tanaman pangan, kayu-kayuan, pengembangan tanaman lokal,” kata Suswaningsih, Rabu (27/10/2021).
Beberapa program yang telah dilakukan diantaranya membangun pengelolaan pakan ternak melalui penanaman hijauan pakan ternak. Program ini telah ia rintis sejak tahun 2012. Selain itu, juga dilakukan pendampingan untuk pengolahan hasil pertanian dengan tetap mempertahankan konservasi lahan tersebut.
Adapun untuk kegiatan yang dilakukan oleh Suswaningsih ini memanfaatkan lahan seluas 5 hektare dengan jenis tanaman kayu-kayuan, tanaman pangan dengan sistem tumpangsari dengan luasan wilayah 903,7 meter serta lahan pengembangan konservasi seluas 203 hektare.
“Ada juga pemanfaatan pekarangan di setiap rumah dengan tanaman konsumsi sayuran cabe, sawi, terong ada juga tanamn untuk ternak seperti rumput gajah gluricide dan pendampingan pemanfaatan pupuk kandang,” urai dia.
Di samping itu, juga dilakukan bimbingan pengolahan hasil pertanian pisang, kacang, emping mlinjo dan jenang dodol. Dengan bertambahnya pengetahuan dan ketrampilan petani, harapan besar agar lahan kritis di Gunungkidul dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan masyarakat nampaknya telah mulai membuahkan hasil.
Diceritakan Suswaningsih, setelah lolos pada penilaian tingkat provinsi, kemudian dilanjutkan maju ke tingkat nasional. Pada verifikasi penilaian di masa pandemi sendiri melalui daring dan virtual. Suswaningsih terpilih sebagai satu satunya perempuan penerima Kalpataru Pengabdi Lingkungan dari 4 kategori yang ada yaitu Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, dan Pembina Lingkungan.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengapresiasi atas kinerja semacam ini. Ia berharap bisa menjadi contoh bagi pegawai-pegawai lainnya untuk berdedikasi lebih lagi. Sunaryanta menyebut, sebagai seorang abdi negara, Suswaningsih merupakan pegawai yang tak hanya sekedar melaksanakan kewajibannya saja, akan tetapi juga memiliki kinerja nyata.
“Selamat untuk Suswaningsih, saya sangat bangga dengan prestasi ini,” papar Bupati.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
