fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Perkenalkan Suswaningsih, ASN Gunungkidul Peraih Kalpataru

Published

on

Rongkop,(pidjar.com)–Prestasi mentereng berhasil diraih oleh Suswaningsih, seorang penyuluh pertanian yang selama ini bertugas di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rongkop. Upayanya untuk mengatasi lahan kritis di Gunungkidul sisi timur menjadi lahan yang produktif mengantarkannya meraih penghargaan Kalpataru. Sebagaimana diketahui, Kalpataru sendiri merupakan penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia kepada perorangan ataupun kelompok yang berjasa terhadap pelestarian lingkungan.

Tak ayal, prestasi besar ini langsung mendapatkan respon positif dari para pejabat lokal di Gunungkidul. Bupati Gunungkidul pun juga memberikan apresiasi kepada Suswaningsih atas keperdulian dan dedikasinya dalam mengatasi lahan kritis ini.

Selama ini, Suswaningsih memiliki fokus pendampingan yaitu membangun ketahanan konservasi lahan kritis, membangun ketahanan pangan, dan pemanfaatan sumber pangan lokal. Fokus pengelolaan lahan pangan yang ia dampingi berada di Kalurahan Karangwuni Sagan, sedangkan pengelolaan lahan kritis berada di Kalurahan Melikan, Kapanewon Rongkop.

“Untuk lahan kritis yang tidak produksi dilakukan pengembangan tanaman pangan, kayu-kayuan, pengembangan tanaman lokal,” kata Suswaningsih, Rabu (27/10/2021).

Beberapa program yang telah dilakukan diantaranya membangun pengelolaan pakan ternak melalui penanaman hijauan pakan ternak. Program ini telah ia rintis sejak tahun 2012. Selain itu, juga dilakukan pendampingan untuk pengolahan hasil pertanian dengan tetap mempertahankan konservasi lahan tersebut.

Adapun untuk kegiatan yang dilakukan oleh Suswaningsih ini memanfaatkan lahan seluas 5 hektare dengan jenis tanaman kayu-kayuan, tanaman pangan dengan sistem tumpangsari dengan luasan wilayah 903,7 meter serta lahan pengembangan konservasi seluas 203 hektare.

“Ada juga pemanfaatan pekarangan di setiap rumah dengan tanaman konsumsi sayuran cabe, sawi, terong ada juga tanamn untuk ternak seperti rumput gajah gluricide dan pendampingan pemanfaatan pupuk kandang,” urai dia.

Di samping itu, juga dilakukan bimbingan pengolahan hasil pertanian pisang, kacang, emping mlinjo dan jenang dodol. Dengan bertambahnya pengetahuan dan ketrampilan petani, harapan besar agar lahan kritis di Gunungkidul dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan masyarakat nampaknya telah mulai membuahkan hasil.

Diceritakan Suswaningsih, setelah lolos pada penilaian tingkat provinsi, kemudian dilanjutkan maju ke tingkat nasional. Pada verifikasi penilaian di masa pandemi sendiri melalui daring dan virtual. Suswaningsih terpilih sebagai satu satunya perempuan penerima Kalpataru Pengabdi Lingkungan dari 4 kategori yang ada yaitu Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, dan Pembina Lingkungan.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengapresiasi atas kinerja semacam ini. Ia berharap bisa menjadi contoh bagi pegawai-pegawai lainnya untuk berdedikasi lebih lagi. Sunaryanta menyebut, sebagai seorang abdi negara, Suswaningsih merupakan pegawai yang tak hanya sekedar melaksanakan kewajibannya saja, akan tetapi juga memiliki kinerja nyata.

“Selamat untuk Suswaningsih, saya sangat bangga dengan prestasi ini,” papar Bupati.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler