Connect with us

Sosial

Asal Usul Nama Padukuhan Wediutah di Kalurahan Ngeposari

Diterbitkan

pada

Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Kabupaten Gunungkidul selain terkenal akan destinasi wisatanya juga menyimpan sejumlah keunikan di setiap Padukuhan. Salah satunya ialah Padukuhan Wediutah, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, yang mana meskipun wilayah tersebut jauh dari pantai namun justru ditemui pasir layaknya pasir pantai.

Salah seorang warga setempat, Teguh Widodo, mengatakan sejauh ini belum diketahui darimana pasir itu berasal. Dusun yang ia tinggali tersebut memiliki pasir lembut berwarna coklat yang ketika dibersihkan warnanya berubah menjadi putih seperti pasir pantai. Disebutnya beberapa perguruan tinggi sempat melakukan penelitian untuk mengetahui asal-usul pasir di wilayahnya tersebut, namun hingga kini ia belum mendengar dan mengetahui hasil penelitian tersebut.

Berita Lainnya  Tak Ada Lagi Bantuan Logistik Untuk Pasien Covid19 Yang Isolasi Mandiri

“Keyakinan disini adanya pasir itu erat dengan cerita nenek moyang sejarah dusun ini,” ungkapnya.

Diceritakannya, nama dusun Wediutah berawal dari adanya seorang wali yang tinggal disini. Pada saat itu, dari cerita sesepuh setempat ada beberapa warga yang berjalan menggendong karung berisi beras dan melintas di wilayah setempat. Saat ditengah jalan rombongan warga tersebut berpapasan dengan seorang wali, wali tersebut kemudian bertanya kepada rombongan tersebut sedang membawa apa. Namun rombongan warga justru berbohong dengan menjawab sedang menggendong pasir dipunggungnya.

“Cerita terdahulu, wilayah sini kan kering dan tandus sehingga sulit untuk bertani, nah pas ditanya itu kemungkinan berbohong karena takut ketahuan membawa beras padahal masa paceklik,” ulasnya.

“Ya mungkin takut kalau berasnya akan direbut waktu itu” sambung Teguh.

Berita Lainnya  Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga Segera Sasar Pasar Tradisional

Wali dan rombongan warga tersebut kemudian meneruskan perjalanannya masing-masing. Namun tak lama setelah itu karung yang digendong warga tersebut jatuh. Bukan beras yang berserakan, rombongan warga tersebut justru menemukan beras yang ia gendong berubah jadi pasir yang berserakan.

“Dari cerita sesepuh seperti itu, ada anggapan karena berbohong kepada wali maka beras yang digendong berubah jadi pasir. Karena cerita itu dusun disini dinamakan wediutah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pasir yang diceritakan sebagai sejarah terbentuknya nama dusun Wediutah masih bisa ditemui. Menurutnya, pasir di dusun wediutah sangat cocok untuk campuran bahan produksi semen. Selama ini warga setempat tidak kesulitan untuk mendapatkan pasir, hanya bermodal tangan kosong disebutnya warga bisa mengumpulkan pasir yang diperlukan.

Berita Lainnya  Menelusuri Keberadaan Proyek Crossway di Karangrejek Senilai Ratusan Juta Yang Misterius

“Kelebihannya kalau dicuci itu warnanya bisa putih walau warna awalnya itu kecoklatan, kalau diperlukan warga biasanya bisa mengambil dengan tangan saja. Tapi sekarang memang tidak ada yang menambang lagi,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Berita Terpopuler