Sosial
Potensi Gagal Panen Petani Holtikultura, Lahan Pertanian Rata Dengan Air
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejak beberapa waktu terakhir ini, hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama terus mengguyur kawasan DIY termasuk juga Gunungkidul. Kondisi seperti ini diperkirakan akan berlangsung hingga sepekan ke depan berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Curah hujan yang tinggi dengan durasi yang lama selain menimbulkan sejumlah bencana di Bumi Handayani juga berpotensi menimbulkan kerusakan lahan pertanian masyarakat.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menyampaikan, pihaknya belum dapat memastikan ada atau tidaknya lahan pertanian warga yang rusak akibat hujan yang turun sejak beberapa hari ini. Berdasarkan pantauan, adanya hujan deras dengan durasi lama ini membuat sejumlah lahan pertanian terendam air. Menurutnya, kerusakan yang terjadi pada lahan pertanian dan tanaman pertanian akan diketahui setelah air di lahan pertanian surut.
“Sementara kerusakan belum bisa dilaporkan karena menunggu air surut baru bisa dilihat apakah masih baik pertumbuhannya atau tidak,” ungkap Raharjo, Jumat (12/11/2021) siang.
Berdasar pengalaman kejadian tahun-baru sebelumnya, ketika hujan lebat turun yang menyebabkan genangan air di lahan pertanian, air cenderung akan segera surut dan tanaman petani tidak mengalami kerusakan. Meski hujan deras yang terus terjadi seperti saat ini, petani di Gunungkidul diuntungkan dengan topografi wilayah Gunungkidul yang membuat air cepat meresap ke dalam tanah. Ia mencontohkan saat terjadi siklon tropis Cempaka tahun 2017 lalu yang mana air surut dalam waktu yang cukup singkat.
“Ini nunggu air surut baru bisa dilakukan pengamatan kerusakan tanaman akibat dampak perubahan iklim. Genangan air di lahan pertanian biasanya kalau satu sampai dua hari, masih aman untuk tanaman,” papar dia.

Khusus untuk petani tanaman pangan seperti padi, cenderung kuat dalam menghadapi cuaca hujan dan adanya genangan air di lahan pertanian. Namun untuk tanaman jagung, dengan karakteristik yang tak sekuat padi dalam menghadapi genangan air di lahan pertanian, tentu ada potensi kerusakan tanaman jika situasi semacam ini terus terjadi.
“Tanaman padi tahan terhadap genangan air, kalau jagung agak tahan. Jikalau sudah surut sebenarnya tidak begitu terpengaruh dari pengalaman yang sudah-sudah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua kelompok Tani Maju Padukuhan Cikal, Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen, Kuncung, mengungkapkan, belum lama ini kelompoknya sudah menanam sayuran dan tanaman hortikultura di lahan milik kelompoknya. Namun hujan deras yang turun sejak beberapa hari ini membuat sejumlah lahan yang tak jauh dari sungai mengalami kebanjiran. Menurutnya, besar kekhawatiran para petani di sana berpotensi gagal panen akibat tanaman yang rusak terendam banjir.
“Jelas berpengaruh, lahan yang tepi sungai ada sekitar 2 hektare yang terendam banjir luapan air sungai. Jaraknya ada yang 35 meter dan 80 meter,” terang Kuncung.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, lahan dekat sungai yang terendam banjir tersebut sudah ditanami terong, tomat, dan cabai sejak beberapa waktu lalu. Selain itu, ia dan kelompoknya juga belum lama ini menyemprot tanaman bawang merah yang tentunya membutuhkan biaya tinggi.
“Itu lahannya 2000 meter ditanami terong dan tomat sudah rata dengan air, ada juga yang sampai hanyut cabainya. Kalau terus-terusan begini bisa gagal panen, tapi kami belum lapor ke Dinas terkait hal itu,” tutup dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized7 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized1 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized2 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
