Pemerintahan
Temuan Antraks di Serut, Pemkab Gunungkidul Batasi Lalu Lintas Ternak
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Kasus antraks yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul saat ini tengah menjadi perhatian banyak pihak. Guna memutus rantai penyebaran penyakit tereebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul melakukan pembatasan lalu lintas ternak dari wilayah Kayoman, Kalurahan Serut, dan dari daerah lainnya.
Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, usai adanya sapi mati mendadak di Padukuhan Kayoman, Kalurahan Serut dan sejumlah warga bergejala antraks hingga dirawat di RS pihaknya kemudian menindak lanjuti dengan beberapa kebijakan. Pemberian antibiotik dan vaksin terhadap ratusan ternak di wilayah tersebut juga telah dilakukan.
Termasuk dengan pembatasan lalu lintas ternak di wilayah tersebut. Pihaknya memperketat pengawasan guna mengantisipasi penyebaran antraks.
“Kami lakukan pengawasan, ternak dari daerah tersebut (Kayoman) tidak boleh keluar ataupun diperjual belikan. Termasuk dari luar tidak boleh masuk ke daerah itu,” ucap Wibawanti Wulandari.
Pihaknya juga memperketat pengawasan perdagangan hewan ternak dari dan juga menuju ke Gunungkidul dengan prokes ketat. Adapun dua pasar hewan yang disasar seperti di Pasar Munggi dan Pasar Siyono.
“Ada petugas yang siaga melakikan pengecekan. Termasuk dengan mengecek Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan dilakukan disenfeksi baik yang masuk maupun yang keluar,” jelas dia.
Sebagaimana diketahui, beberapa hari lalu, Dinas Kesehatan Gunungkidul mendapatkan informasi gmdari Dinas Kesehatan Sleman bahwa terdapat satu warga Kayoman yang dirawat di rumah sakit dengan gejala antraks. Statusnya kemudian menjadi suspek antraks. Dari laporan ini, petugas baik dari DPKH dan Dinas Kesehatan kemudian turun ke lapangan untuk melakukan penelusuran.
Kronologinya, dua pekan sebelumnya, terdapat warga yang mengkonsumsi daging kambing. Ada sekitar 53 orang, dua pekan berlalu dari kejadian tersebut satu orang dirawat di rumah sakit dan dinyatakan suspek. Di waktu yang bersamaan ada sapi yang mati mendadak kemudian dilakukan sampel darah sapi tersebut diuji laboratorium ke BBVet hasilnya positif antraks.
Sementara dari 53 orang ini, 2 diantaranya dirawat di RS dan 17 di rumah namun muncul gejala demam, diare dan ada kelainan pada kulit mereka.
“Untuk saat ini kondisinya sudah mulai membaik,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta mentatakan saat ini pemerintah daerah sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan tindakan awal kepada warga sekitar di lokasi kejadian. Termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pencegahan dan penangannya.
“Kita sudah berkoordinasi dengan jajaran OPD untuk mitigasi awal dengan tindakan awal seperti pemberian antibiotik dan sosialisasi. Hal ini dilakukan mengingat ada warga di Kayoman yang dinyatakan suspek dan harus menjalani perawatan di rumah sakit,” ungkap Sri Suhartanta.
Disinggung mengenai peningkatan status Kejadian Luar Biasa, Sri Suhartanta mengatakan hingga saat ini Pemkab Gunungkidul belum menerapkan status tersebut. Berbagai hal menjadi pertimbangan pemerintah dalam penentuan status tersebut.
“Untuk saat ini belum kita putuskan, karena masih melihat kondisi di lapangan dan koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan. Ada banyak pertimbangan mulai dari ekonomi dan lain sebagainya,” pungkas Sri.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
