Pemerintahan
Jelang Masa Mudik, Dinkes Waspadai Penularan Campak di Gunungkidul
Wonosari,(pidjar.com)– Kasus campak di sejumlah daerah tengah mengalami peningkatan signifikan dan menjadi perhatian umum. Untuk itu, pemerintah meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan atas penularan penyakit ini. Utamanya menjelang masa mudik dan libur lebaran di mana para perantau dipastikan pulang kampung dan berinteraksi dengan warga.
Pencgahan dimaksudkan agar kasus Campak di Gunungkidul tidak bertambah utamanya pada anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengungkapkan, kasus campak di sejumlah daerah memang tengah merebak. Namun demikian, untuk di Gunungkidul tercatat tidak terlalu banyak temuan penyakit ini..
“Terhitung dari Januari sampai dengan Februari kemarin terdapat 11 kasus positif campak di Gunungkidul,” kata Ismono.
Mereka yang terpapar yakni 2 laki-laki dan 9 perempuan. Dengan sebarannya di 6 kapanewon di Gunungkidul. Adapun ciri-ciri anak ataupun orang terpapar campak yakni demam tinggi selama lebih dari 3 hari. Kemudian mengalami gejala flu, batuk, mata merah dan sensitif, ruam dan bintik merah-merah, serta nafsu makan yang turun.

“Jika mengalami gejala demikian perlu segera diperiksakan ke faskes terdekat agar dapat segera tertangani,” jelasnya.
Meski kasus campak di Gunungkidul hanya berkisar belasan, namun dinas tetap meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan mereka. Mendekati masa mudik lebaran 2026 ini, pihaknya juga meminta agar aktivitas diperhatikan betul. Kebiasaan menyentuh bayi atau anak-anak untuk dihindari sementara waktu untuk mengantisipasi potensi campak.
“Jangan asal pegang bayi atau anak-anak, terlebih kalau mengalami gejala demam dan lain sebagainya,” imbuh dia.
Langkah-langkah pencegahan disebarluaskan oleh pemerintah melalui UPT Puskesmas hingga ke kader-kader kesehatan. Adapun yang perlu dilakukan oleh masyarakat untuk pencegahan kasus positif campak yakni meminta warga untuk menerapkan pola hidup sehat terutama untuk cuci tangan memakai sabun dan memakai masker.
Dari tenaga kesehatan juga melakukan penyelidikan epidemiologi di wilayah terkait, melakukan pemantauan kasus selama 2 kali masa inkubasi, melakukan penatalaksanaan untuk mereka yang bergejala. Selain itu juga mengupayakan masyarakat mendapatkan imunisasi campak sesuai jadwal.
Ismono mengatakan, saat terdapat kasus campak pada anak-anak maupun dewasa penderita diminta untuk membatasi aktivitas.
“Jika itu terjadi pada anak sekolah ataupun pekerja untuk libur sampai waktu tertentu saat kondisi sudah membaik,” pungkas dia.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
