Uncategorized
SD BOPKRI Wonosari II Gelar Expo, Kampanyekan Kepedulian Lingkungan dan Kemampuan Bahasa Inggris
Wonosari,(pidjar.com) – SD BOPKRI Wonosari II menggelar BOPKRI Expo yang dikemas dalam konsep open house pada Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari pementasan drama siswa, pertunjukan seni, hingga stan UMKM.
Kepala SD BOPKRI Wonosari II, Istining Purworetno, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memfasilitasi perkembangan pengetahuan dan keterampilan siswa. Selain sebagai ajang promosi penerimaan peserta didik baru (PPDB), expo ini juga menjadi sarana menampilkan potensi serta program unggulan sekolah.
“Tahun ini kami mengangkat tema Paskah ekologis. Beberapa kelompok siswa menampilkan pementasan yang mengaitkan isu lingkungan dengan dialog berbahasa Inggris,” kata Istining Purworetno.
Ia menjelaskan, selama ini sekolah secara konsisten menerapkan program pengurangan sampah plastik. Siswa diwajibkan membawa tumbler dan bekal dari rumah, sementara sekolah menyediakan fasilitas air minum isi ulang di setiap kelas.
Di sisi lain, penguatan kemampuan bahasa Inggris juga menjadi fokus utama. Melalui program seperti speaking club, siswa didorong untuk lebih percaya diri dalam berkomunikasi.

“Karena itu, kami dorong mereka berani berkomunikasi dalam bahasa Inggris sejak dini,. Dapat dilihat dari kegiatan hari ini ada peserta didik kami yang menampilkan kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris melalui sebuah drama,” tambahnya.
Salah satu siswa, Anggita Quina Mutiara Lubis, mengatakan drama yang mereka tampilkan melibatkan tujuh siswa. Ia mengaku percaya diri saat tampil karena didukung lingkungan sekolah yang mendorong praktik berbahasa Inggris.
“Kami membawakan cerita tentang tokoh bernama Kim yang awalnya membuang sampah sembarangan, lalu ditegur hingga akhirnya sadar pentingnya menjaga lingkungan,” jelasnya.
Menurut Anggita, memiliki hubungan yang kuat dengan tema Paskah ekologis sekaligus kondisi lingkungan sekitar sekolah yang masih menghadapi persoalan sampah, khususnya di area Sungai Besole.
“Kami ingin mengajak semua orang untuk lebih peduli lingkungan,” katanya.
Para siswa dibiasakan membawa botol minum sendiri, mengurangi sampah plastik, serta mendaur ulang sampah. Langkah ini sebagai bentuk keperdulian dalam menjaga lingkungan sekitar.
“Kami juga belajar mengelola sampah, bahkan ada yang disetor ke bank sampah dan bisa menjadi tambahan uang jajan,” tutupnya.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
