Pendidikan
91 Pelajar Gunungkidul Daftarkan Diri ke Sekolah Rakyat
Wonosari,(pidjar.com)-Pada tahun ajaran 2026/2027 ini sebanyak 91 pelajar asal Gunungkidul mendaftarkan diri untuk dapat masuk ke Sekolah Rakyat. Adapun mereka yang berhasil dijangkau oleh para petugas Pendamping Keluarga Harapan (PKH) ini adalah pelajar yang statusnya masuk kategori desil 1 hingga 3 bahkan miskin ekstrim.
Ketua Tim PKH Gunungkidul, Risman Setyo Nugroho mengungkapkan, menjelang tahun ajaran baru petugas PKH melakukan penyisiran data anak masuk sekolah jenjang SMP dan SMA. Penyisiran ini menyasar pada keluarga penerima manfaat PKH yang memiliki anak sekolah.
Setidaknya, ada 63.299 angkatan sekolah dari berbagai jenjang di Gunungkidul yang masuk kategori kurang mampu dan dapat mendaftarkan diri ke sekolah rakyat.
Hasilnya dari penyisiran ribuan data yang ada, petugas berhasil menjangkau 91 pelajar yang mau bersekolah di Sekolah Rakyat. Mereka yang kemudian mendaftarkan diri adalah prlajar yang keluarganya masuk dalam kategori miskin, desil 1, desil 2, desil 3 bahkan ada juga yang masuk kategori miskin ekstrim.
“91 itu rinciannya 17 masuk SMP dan 74 masuk SMA,” kata Risman.

Proses verifikasi data dan lapangan telah oleh tim dari Kementerian Sosial, melibatkan BBPPKS DIY, Antasena, serta perwakilan BPS Provinsi DIY. Selanjutnya tinggal menunggu hasil seleksi apakah seluruhnya lolos atau tidak.
Nantinya nama-nama siswa yang lolos akan diumumkan pada akhor Juni 2026 dengan SK Gubernur.
“Pengumumannya tanggal 30 Juni mendatang,” ungkapnya.
Disebutkan, program Sekolah Rakyat ini merupakan program gagasan Presiden RI, Prabowo Subianto yang dikhususkan bagi siswa yang berasal dari keluarga miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau Data Terpadu Sementara Eksisting Nasional (DTSEN).
Sekolah Rakyat ini juga disebut menjadi jembatan penting bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk tetap bisa mengenyam pendidikan secara gratis dan menggapai masa depan yang lebih baik.
Di Gunungkidul sendiri saat ini belum ada sekolah rakyat. Sehingga siswa yang nantinya lolos akan tinggal di asrama dan mengenyam pendidikan di sekolah rakyat yang berada di kabupaten atau kota lain di DIY.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
