Pemerintahan
Belum Ada Separuh Desa di Gunungkidul Yang Anggarkan Dana Untuk Pembinaan Anak
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten mendorong pihak Pemerintah Desa melakukan penganggaran untuk keberpihakan pada fasilitas pembinaan dan pembentukan forum anak. Sehingga nantinya, seluruh desa yang ada mampu menjadi desa layak anak.
Di Gunungkidul sendiri, kesadaran jajaran pemerintahan desa terhadap pemenuhan hak-hak terhadap anak masih cukup minim. Hal ini terbukti dari masih sedikitnya pemerintah desa yang menganggarkan dana untuk pembentukan forum anak di desanya. Tercatat masih belum ada separuh desa di Gunungkidul yang memberikan anggaran untuk hal tersebut.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3KBPM&D Gunungkidul, Rumi Hayati mengatakan, dari 144 Desa yang ada, baru sekitar 60 desa yang menganggarkan untuk pembentukan forum anak. Untuk itu, pihaknya berharap kepada seluruh pemerintah desa agar paling tidak pada tahun 2019 mendatang bisa menganggarkan hal tersebut.
“Kita harapkan semua desa mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak untuk melalui pengintregasian komitmen pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha dan media dalam menyusun kebijakan,” terang Rumi, Minggu (16/12/2018).
Nantinya, jika ada kebijakan semacam ini, maka akan diikuti dengan berbagai macam program dan kegiatan untuk anak. Selain itu, jika forum anak terbentuk, maka hak-hak anak akan dapat lebih terjamin.
“Nanti kita dari dinas akan memfasilitasi forum anak tersebut,” kata dia.
Belum lama ini, lanjut Rumi, pihaknya memberikan apresiasi kepada pemerintah Desa Karangwuni atas kesediannya menganggarkan dana untuk pembinaan dan pembentukan forum anak. Dengan adanya forum tersebut, maka diharapkan Desa Karangwuni akan berkembang menjadi desa layak anak.
“Forum anak ini nantinya akan menjadi wadah anak untuk berkreasi dan belajar. Sehingga anak diharapkan menjadi 2P yaitu, pelopor dan pelapor,” kata dia.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Desa Karangwuni, Suparto mengatakan, pembinaan forum anak di wilayahnya akan masuk dalam APBDes 2019 mendatang. Meskipun belum diputuskan nominalnya, namun program tersebut telah disetujui masyarakat.
Ia mengatakan, pembentukan forum anak sendiri ditujukan untuk mengantisipasi adanya hal-hal negatif yang dilakukan oleh anak. Selain itu, pihaknya juga merasa bahwa wadah untuk anak berkumpul dan bersosialisasi sangatlah penting.
“Sebelumnya memang tidak ada kasus, tapi kita melakukan upaya antisipasi karena ada kecenderungan anak-anak main ke arah yang tidak jelas. Sehingga dengan adanya forum anak nanti segala sesuatunya akan tersalurkan,” pungkas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
