Sosial
Cerita Padukuhan Sari di Banjarejo, Padukuhan Yang Warganya Habis Tak Bersisa
Tanjungsari,(pidjar.com)– Gunungkidul memiliki banyak sekali cerita tentang setiap daerahnya. Salah satu yang unik adalah Padukuhan Sari yang berada di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari. Dulunya, padukuhan ini memilik cukup banyak penduduk. Namun lambat laun seiring berjalannya waktu, padukuhan ini ditinggalkan oleh warganya. Hingga akhirnya, padukuhan yang berada di sisi selatan kota tersebut kosong tak berpenghuni.
Lurah Banjarejo, Dwi Haryanto mengungkapkan, dulu Kalurahan Banjarejo terdiri dari 22 padukuhan. Namun memang saat in telah berkurang 1 yakni Padukuhan Sari karena sudah tidak berpenghuni sehingga hanya tersisa 21 padukuhan.
Dwi menceritakan, sekitar tahun 1980-an, Padukuhan Sari memiliki 30 sampai 40 Kepala Keluarga (KK). Kemudian di tahun 1981, terdapat program transmigrasi ke luar Jawa. Warga Banjarejo pada masa itu banyak yang mengikuti program tersebut.
“Warga Sari juga ada yang ikut program transmigrasi ke Sumatera. Satu per satu ikut program pemerintah tersebut,” ungkap Dwi.
Dengan mengikuti program tersebut maka kemudian jumlah penduduk di Padukuhan Sari berkurang. Kemudian lambat laun, pemuda di daerah pesisir ini banyak yang merantau, menikah dan tidak kembali ke padukuhan tersebut.

“Tidak ada regenerasi di padukuhan ini. Kemudian tinggal beberapa orang tua yang tinggal di padukuhan Sari kemudian ada yang meninggal ada yang dibawa anak-anak mereka pindah ke padukuhan sebelah, ya karena itu di Sari sudah tidak banyak penghuninya saat itu,” jelasnya.
“Sekitar tahun 90-an ke atas saya lupa tahun pastinya kemungkinan tahun 1995 itu KK terakhir yang pindah dari Padukuhan Sari,” imbuh dia.
Setelah tahun tersebut hingga saat ini sudah tidak ada lagi warga yang berdomisili di Padukuhan Sari. Bangunan rumah warga pun juga sudah tidak tersisa. Hampir seluruhnya kemudian menjadi lahan pertanian warga.
“Mungkin hanya ada 2 atau berapa pondasi yang tersisa. Kalau keseluruhan sudah jadi lahan terbuka untuk pertanian,” ujar Dwi.
Menurutnya, secara geografis lahan di Padukuhan Sari tergolong bagus. Berada di kawasan datar, tidak berbukit, memang untuk pertanian sangat cocok. Akses jalan di padukuhan ini pun menurutnya juga mudah dan bagus, tidak jauh dari kompleks Kantor Kalurahan.
“Tapi saya juga tidak tahu kenapa, akhirnya yang tua-tua dan muda pindah dari Padukuhan Sari. Ada yang ke padukuhan Padangan, Ngepoh, Wuluh, ke Weru dan lainnya ikut anak dan saudara mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Trifena Istining (56), anak mantan Kepala Dukuh Sari, mengatakan, ia tinggal di Padukuhan Sari hingga remaja. Dulu di padukuhannya tersebut cukup ramai penduduknya sebelum akhirnya banyak yang pindah ke perantauan maupun ke padukuhan tetangga.
Ia masih mengingat betul bagaimana masyarakat menjalani kehidupan mereka di padukuhan yang sangat dekat dengan kawasan pantai selatan tersebut. Kala itu, di padukuhan Sari belum teraliri listrik. Hari-hari, warga mengabiskan waktu mereka untuk bertani.
Aktivitas yang dilakukan pun seperti pada umumnya, gotong royong, ronda malam, kegiatan kemasyarakatan dan lainnya. Namun di tahun 1990-an itulah jumlah penduduknya mulai berkurang drastis.
“Tidak ada kejadian apapun di sini. Satu per satu pindah begitu saja,” ungkapnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
