fbpx
Connect with us

Pariwisata

Gelombang Laut Tinggi, Pantai Selatan Mengalami Lonjakan Wisatawan

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Gelombang tinggi dan tsunami di Sunda yang berdampak di Banten dan Lampung tidak berdampak di kawasan pantai di Gunungkidul. Untuk itu, Pemkab Gunungkidul berharap wisatawan untuk tidak takut berkunjung ke kawasan pantai selatan Gunungkidul.

Informasi yang berhasil dihimpun, BMKG menduga gelombang tinggi yang terjadi disebabkan oleh aktifitaa vulkanik Gunung Anak Krakatau. Selain itu, diketahui pula puluhan orang menjadi korban meninggal dunia dan ratusan orang mengalami luka-luka.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, gelombang tinggi yang terjadi di kawasan Selat Sunda dipastikan tidak berdampak di kawasan pantai selatan Gunungkidul. Hal tersebut dipastikan usai pihaknya menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak.

Berita Lainnya  Dinpar Targetkan 200 Ribu Wisatawan Datang ke Gunungkidul

“Wisatawan tidak perlu takut untuk berkunjung ke pantai di Gunungkidul. Dampak gelombang tinggi itu tidak sampai di sini,” ujar Asti, Minggu (23/12/2018).

Ia menambahkan, dari hasil monitoring yang dilakulan pihaknya, sejumlah pantai nampak cerah sangat layak untuk dikunjungi. Selain itu, sampai dengan saat ini juga tidak terpantau adanya kecelakaan laut yang terjadi.

Menurut dia, kawasan pantai di Gunungkidul mulai diserbu wisatawan sejak libur sekolah beberapa waktu lalu. Namun lonjakan baru terlihat dalam dua hari terakhir.

“Belum kami hitung, tapi ada lonjakan wisatawan. Bus-bus terpantau masuk ke Gunungkidul,” terang dia.

Senada dengan Asti, Ketua SAR Satlinmas Wilayah II, Marjono mengatakan bahwa tidak ada dampak gelombang tinggi di kawasan pantai akibat bencana yang terjadi di Selat Sunda. Menurutnya, saat ini gelombang air laut saat ini masih landai. Selain itu cuaca saat ini lumayan cerah dan tidak begitu panas.

Berita Lainnya  PAD Sektor Wisata Jauh dari Target, Dinas Kejar Rp 6 Miliar di Momen Akhir Tahun

“Gelombang masih dibawah 10 feet, udara sejuk, cocok untuk berwisata,” kata Marjono.

Marjono menjelaskan, bahwa saat ini 57 personil telah disebar di sejumlah titik dalam wilayahnya. Mereka sendiri nantinya akan bekerja lebih ekstra lantaran kunjungan wisatawan mengalami lonjakan.

“Lonjakan sudah terlihat, kalau angka kasar sekitar sepuluh ribu pengunjung masuk ke kawasan pantai,” jelas dia. (kelvian)

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler