Pemerintahan
Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Siapkan 1.500 Tangki Air Bersih Untuk Warga Gunungkidul
Wonosari,(pidjar.com)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyiapkan anggaran sebesar Rp 500 juta untuk program droping air bersih di musim kemarau 2026. Nantinya jika warga Gunungkidul mulai mengalami kekeringan, anggaran tersebut dapat diakses untuk droping air.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, musim kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih panjang dan dalam kondisi kering. Untuk itu, pemerintah mulai saat ini mulai siap siaga dalam menghadapi musim kemarau dan penanggulangan kekeringan ekstrim.
Anggaran sebesar Rp 500 juta ini dipersiapjan untuk pengadaan dan pendistribusian air bersih sebanyak 1.500 tangki. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 1.200 tangki.
“Prediksi BMKG wilayah Gunungkidul masuk musim kemarau pada dasarian III April 2026,” jelas Purwono.
Selain penyiapan anggaran, BPBD akan kembali melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan. Koordinasi dengan kapanewon dan kalurahan mulai dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan potensi daerah rawan kekeringan.
“Segera dikoordinasikan untuk memastikan kondisi di lapangan seperti apa,” sambungnya.
Jika mengacu pada kajian risiko bencana tahun 2025, wilayah selatan Gunungkidul seperti Purwosari, Panggang, Paliyan, Saptosari, Tepus, Tanjungsari, dan Rongkop menjadi daerah paling rawan kekeringan. Namun demikian, dampak kemarau dan kekeringan di tahun 2026 diprediksi akan bertambah karena kemarau yang berlangsung lebih lama dan lebih kering.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto mengatakan, berdasarkan kajian risiko bencana saat musim kemarau yang patut di waspadai yakni kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan yang meningkat drastis.
Untuk itu, sebagai upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dilakukan oleh BPBD Kabupaten Gunungkidul akan mengeluarkan surat edaran ke kalurahan untuk meningkatkan kewaspadaan saat musim kemarau. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial serta melaksanakan kegiatan edukasi ke beberapa kalurahan.
“Mitigasi sangat penting dilakukan untuk meminimalisir dampak,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
