Uncategorized
Kurs Rupiah Melemah, Gunungkidul Bidik Peningkatan Wisatawan Asing
Wonosari,(pidjar.com)– Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dinilai dapat menjadi momentum positif bagi sektor pariwisata. Kondisi tersebut membuat biaya berwisata di Indonesia menjadi lebih terjangkau bagi wisatawan mancanegara (wisman), sehingga berpotensi meningkatkan kunjungan ke berbagai destinasi wisata, termasuk Kabupaten Gunungkidul.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan pemerintah daerah berupaya memanfaatkan situasi tersebut dengan memperkuat promosi wisata dan meningkatkan kualitas destinasi yang ada.
“Pelemahan nilai tukar rupiah dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara karena biaya perjalanan dan pengeluaran wisata di Indonesia menjadi lebih kompetitif dibandingkan negara tujuan wisata lainnya,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, Disparekrafpora berupaya untuk mengoptimalkan promosi digital terhadap berbagai destinasi unggulan, desa wisata, geowisata, hingga event daerah yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan. Upaya tersebut juga diperkuat melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah DIY, Kementerian Pariwisata, serta pelaku industri pariwisata.
Selain promosi, pemerintah juga sedang berusaha meningkatkan kualitas destinasi dan penyelenggaraan kegiatan wisata agar wisatawan memiliki pengalaman yang lebih baik serta terdorong untuk tinggal lebih lama di Gunungkidul.
Berbagai kegiatan yang masuk dalam Kalender Event Kabupaten Gunungkidul juga terus didorong, mulai dari festival budaya, sport tourism, hingga kegiatan berbasis masyarakat yang dinilai mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Ada beberapa event yang diselenggarakan sebagai promosi serta upaya menarik kunjungan wisatawan,” jelasnya.
Eko mengungkapkan, tren kunjungan wisatawan ke Gunungkidul dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Setiap pekan, jumlah kunjungan mencapai puluhan ribu wisatawan, terutama saat momen libur panjang.
Data Disparekrafpora mencatat, 15 Juni 2026, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata telah mencapai Rp31,64 miliar atau sekitar 87,74 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp36,06 miliar. Sementara jumlah pengunjung yang tercatat masuk ke destinasi wisata mencapai 2.566.613 orang dari target 3.239.205 pengunjung.
Pada libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang berlangsung 15 Juni 2026 lalu, tercatat sebanyak 13.989 wisatawan berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Gunungkidul dengan pendapatan mencapai Rp169,11 juta.
Berdasarkan data, pada periode Januari hingga pertengahan Juni 2026 tercatat ada 1.860 wisatawan mancanegara berkunjung ke Gunungkidul.
“Sementara sepanjang tahun 2025 lalu tercatat sebanyak 4.283 orang,” tambah dia.
Destinasi yang paling banyak diminati wisatawan mancanegara adalah wisata alam dan wisata buatan.Dengan capaian tersebut, kami optimistis target kunjungan wisatawan maupun PAD pariwisata tahun 2026 dapat terlampaui.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Industri Pariwisata Disparekrafpora Gunungkidul, Erlangga Singgih Anandito, menjelaskan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Gunungkidul selama ini masih didominasi pada periode tertentu, terutama saat low season pariwisata global setelah libur akhir tahun.
Menurutnya, Gunungkidul saat ini masih menjadi tujuan wisata sekunder (secondary destination) setelah Kota Yogyakarta. Meski demikian, potensi pengembangannya masih sangat besar.
“Rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara di Gunungkidul saat ini sekitar 1,35 hari dengan nilai belanja mencapai Rp1.024.041 per wisatawan,” terangnya.
Erlangga menambahkan, lima negara penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ke Gunungkidul saat ini adalah Malaysia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Tiongkok.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
