event
Lewati Rute 6 Candi, Belasan Negara Bakal Ramaikan Sleman Temple Run 2025
Jogja, (pidjar.com) – Terkenal dengan ikon ‘Sleman sebagai Kabupaten Seribu Candi’, Kabupaten Sleman DIY memiliki kekayaan warisan cagar budaya berupa candi-candi peninggalan Kerajaan Hindu Budha dari abad IX Masehi.
Hal inilah yang menjadi salah satu faktor destinasi wisata di Kabupaten Sleman terus digencarkan melalui event, diantaranya melalui sport tourism.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, promosi destinasi wisata melalui event merupakan salah satu strategi promosi yang dilakukan Pemkab Sleman.
Menurutnya, promosi wisata dalam bentuk event memberikan dampak yang signifikan terhadap destinasi wisata dalam tumbuhnya aktivitas ekonomi dan wisatawan yang memiliki pengalaman serta kenangan yang spesifik.
“Sleman Temple Run menjadi media promosi bagi kita untuk kemudian mengenalkan potensi pariwisata yang ada di Sleman khususnya di Prambanan yang juga memiliki candi-candi kecil yang ada di sampingnya, dan juga Ratu Boko,” katanya dalam konferensi pers di Kompleks Candi Ratu Boko, Sabtu (12/7/2025).
Dijelaskan Ishadi, event Sleman Temple Run ini nantinya juga akan mengitari candi-candi. Diantaranya, Candi Ijo, Candi Barong, Candi Boko, Candi Banyunibo dan beberapa candi yang lain. Harapannya, dengan rute mengitari candi tersebut masyarakat bisa lebih mengenal lagi potensi wisata budaya khususnya candi yang ada di Prambanan.
“Para runners ini kemudian bisa menginformasikan atau bisa menjadi agen kita untuk mempromosikan keberadaan candi atau destinasi yang ada di Prambanan ini,” jelasnya.
Ishadi mengungkapkan, dipilihnya Candi Ratu Boko ini karena memiliki eksotisme alam yang tak kalah indah dari Candi Prambanan yang selama ini sudah sangat mendunia. Oleh karena itu, promosi Candi Ratu Boko ini perlu terus digencarkan.
“Apalagi kalau sore, itu sunsetnya bagus. Karena itu perlu kita push lagi agar lebih banyak mengenal lagi Candi Boko maupun Candi Ijo. Candi Ijo merupakan candi yang paling tinggi di Kabupaten Prambanan dan pemandangannya juga luar biasa,” tandasnya.
Race Director Sleman Temple Run 2025, Roostian Gamananda menambahkan, dalam event Sleman Temple Run ini pihaknya juga menggandeng komunitas lari dari Trail Runners Yogyakarta.
“Acara ini sudah diselenggarakan dari tahun 2015. Artinya Sleman Temple Run ini sudah diselenggarakan ke sepuluh kalinya atau satu dekade,” lanjutnya.
Roostian menyebut, Sleman Temple Run ini sudah terdaftar di kalender lari internasional dan sudah mendapat rekomendasi dari Asosiasi Lari Trail Indonesia serta sudah terdaftar di International Trail Running Association (ITRA).
“Runners yang bisa menyelesaikan rute di Sleman Temple Run ini akan mendapatkan ITRA Point,” katanya.
Sleman Temple Run akan digelar pada Minggu, 10 Agustus 2025 dengan 3 kategori, yakni 7km, 15 km dan 30 km. Ditargetkan, seribu pelari akan memeriahkan acara tersebut, termasuk pelari internasional dari 15 negara. Diantaranya Jerman, Belanda, Yaman, Sudan, Thailand dan Belarusia. (Ken).
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized22 jam yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata2 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
