Connect with us

Info Ringan

Lima Tips Merawat Tanaman Keladi

Diterbitkan

pada

Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tanaman keladi merupakan sebutan untuk tanaman daun dengan genus Caladium dan Alocasia. Jenis tanaman hias ini kerap dijadikan pilihan dalam menghiasi hunian, baik di dalam maupun luar ruangan. Semakin jelas dan jernih warna serta corak, semakin mahal pula harganya. Ditambah, tangkai daun yang pendek serta rimbun makin membuat tanaman hias ini bernilai tinggi. Supaya tanaman keladi bisa bertumbuh dengan hasil yang memukau, Anda perlu merawatnya dengan langkah-langkah yang tepat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pembusukan, ikuti cara-cara merawatnya berikut ini.

Sesuaikan Penyiraman Dengan Kondisi Iklim

Pada dasarnya, tanaman keladi hidup di habitat yang basah. Pastikan tanaman ini mendapatkan air yang cukup dengan menyiramnya sehari sekali pada musim kemarau dan dua hari sekali pada musim hujan dengan menggunakan penyiram tanaman. Meskipun tanaman keladi membutuhkan air yang banyak, jangan siram setiap saat dengan porsi yang berlebihan karena akan membuatnya cepat membusuk. Pastikan tanaman ini tidak kering karena dapat memicu dormansi atau mati suri, namun jangan sampai air tergenang pada pot tanaman juga.

Berita Lainnya  Enam Film Bioskop yang Siap Tayang Di Bulan Juni

Gunakan Media Tanam Yang Sudah Disterilkan

Selain air, kehadiran media tanam jadi unsur yang tidak kalah esensial. Media tanam yang sering digunakan adalah daun bambu yang sudah diiris halus, sekam, dan sekam bakar. Sebelum menggunakannya, Anda harus mensterilkan media tanam tersebut dengan cara dikukus dalam panci agar jamur dan bakteri musnah. Jika memungkinkan, campur ketiga jenis media tanam tersebut dengan perbandingan 1:1:1. Sebagai alternatif, Anda bisa memilih salah satu media tanam tersebut untuk dijadikan tempat tanaman keladi tumbuh.

Beri Penyinaran Yang Sesuai Dengan Jenis Tanaman Keladi

Seperti yang dijabarkan sebelumnya, tanaman keladi terdiri dari dua jenis genum, yaitu Caladium dan Alocasia. Keduanya memiliki cara perawatan yang berbeda, khususnya dalam urusan pencahayaan. Tanaman keladi Alocasia harus ditaruh di tempat yang teduh, seperti di atas meja teras rumah atau di jendela yang ditutupi dengan gorden. Di sisi lain, tanaman keladi Caladium memerlukan cahaya banyak sehingga tak masalah bila Anda taruh di tempat terbuka, seperti pekarangan depan rumah.

Berita Lainnya  Tujuh Bahaya Terlalu Sering Terpapar Asap Kendaran

Jangan Lupa Beri Pupuk

Tak hanya manusia, tanaman juga butuh nutrisi demi menunjang kesehatannya. Beri tanaman keladi pupuk saat ia sudah berumur empat hingga lima minggu. Gunakan pupuk organik lengkap seperti pelet udang (Crustaceae). Pupuk ini mengandung 16 asam amino yang mampu merangsang pertumbuhan serta antibodi tanaman keladi. Tak hanya pupuk organik lengkap, Anda bisa mencoba jenis pupuk lain. Yang paling penting, jangan sampai kadar zat N dalam pupuk pilihanmu lebih banyak dari zat lain. Zat ini bisa memancing klorofil tanaman keladi sehingga tidak cocok untuk keladi hias yang yang berwarna nonhijau. Warna merah, pink, putih, kuning, dan lainnya bisa hilang dan tergantikan oleh warna hijau.

Berita Lainnya  Lima Hal Yang Jarang Anda Hargai Dalam Kehidupan

Pastikan Tanaman Keladi Terbebas Dari Hama

Terakhir, Anda harus rajin mengecek keadaan tanaman keladimu. Serangga yang biasanya mengganggu tanaman ini adalah ulat daun dan belalang. Keduanya kerap menggerogoti daun tanaman keladi. Bagaimana cara mengatasinya? Jika kerusakan dan jumlah serangga masih dalam skala kecil, ambillah serangga satu per satu dan buang jauh-jauh. Apabila ternyata serangga sudah merusak tanaman keladi dalam skala besar, insektisida perlu turun tangan. Semprot insektisida setiap 10 hari dengan dosis yang tertera pada insektisida.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis7 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler